Cisarua | Pengajuan mebelar dan sarana prasarana (sarpras) yang telah diajukan sejak lama oleh SDN Citeko 03, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, hingga kini belum juga mendapat respons dari Dinas Pendidikan. Kondisi ini menghambat kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar, terlebih sejumlah fasilitas mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan segera.
Kepala Sekolah Dewi Rexar Giri Kusumah, M.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah sudah berkali-kali mengajukan permohonan perbaikan dan pengadaan sarpras, termasuk genting yang rusak hingga ribuan unit serta kebutuhan mebelar yang menjadi penunjang utama kegiatan belajar.
“Genting yang rusak itu jumlahnya sekitar 5.000 lembar. Sudah lama kami ajukan, tapi sampai sekarang belum juga direspons,” ungkap Dewi, saat ditemui wartawan Senin, (1/12).

Gunakan Dana BOS untuk Perbaikan Darurat
Karena belum ada kepastian dari Disdik dan kondisi atap yang semakin memburuk, SDN Citeko 03 terpaksa mengambil langkah darurat menggunakan dana BOS, memanfaatkan ruang kebijakan 20% yang diperbolehkan untuk kebutuhan sarpras.
“Anggarannya sebenarnya masuk rencana tahun 2026, tapi ini sudah terlalu urgen. Akhirnya kita pakai dana BOS dulu agar kelas tidak bocor dan tidak membahayakan siswa,” jelas Dewi.
Perbaikan dilakukan secara swadaya tanpa melibatkan kontraktor agar proses lebih cepat dan efisien. Hingga kini, empat ruangan telah diperbaiki secara gotong-royong, dengan memprioritaskan keselamatan siswa.



Fasilitas Pembelajaran Banyak yang Tidak Layak
Selain kondisi atap, Dewi juga menegaskan bahwa kebutuhan mebelar seperti kursi, meja, serta peralatan pendukung pembelajaran lainnya sudah sangat mendesak. Banyak fasilitas yang tidak lagi layak digunakan karena usia pakai yang lama.
Pengajuan sarana layar besar dari program Presiden Prabowo Subianto pun hingga saat ini belum ada kejelasan. Sekolah juga mengusulkan penambahan ruang kelas karena saat ini siswa terpaksa belajar dengan sistem bergiliran antara pagi dan siang akibat keterbatasan ruang.

Pengajuan Sudah Dilakukan via Sistem Digital
Pihak sekolah telah melakukan pendataan dan pengajuan melalui berbagai metode, termasuk Google Form, serta melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat agar aspirasi sekolah tidak kembali diabaikan.
Namun hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa pengajuan tersebut akan segera diproses.
“Sudah berkali-kali kami sampaikan, baik secara lisan maupun dalam berkas pengajuan. Harapan kami, Disdik bisa cepat merespons karena ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan anak-anak,” tegas Dewi.
Masyarakat dan Pihak Sekolah Mendesak Disdik Bergerak
Desakan juga datang dari masyarakat, pihak sekolah, dan orang tua murid agar Dinas Pendidikan segera turun tangan, mengingat kondisi bangunan SDN Citeko 03 sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan menyeluruh.
Pihak sekolah berharap agar usulan sarpras dapat masuk dalam prioritas anggaran dan tidak lagi tertunda.
“Kami sudah mengajukan melalui Musrenbang, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda direspons. Padahal kebutuhan semakin meningkat setiap tahun,” tutupnya.
(Kang Nuy)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















