Mantap! Mantan Ketua Panwascam Pemilu 2025 di Bogor Kini Beralih Jualan Duren, Tetap Jujur dan Melayani

CISARUA — Nama Kusnadi, atau yang akrab disapa Wa Akuy, dulu dikenal luas sebagai sosok yang tegas dan berintegritas saat menjabat sebagai Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Cisarua pada Pemilu Serentak 2025. Kini, setahun setelah pesta demokrasi usai, pria itu tampil dengan wajah baru: duduk di tumpukan buah duren, melayani pembeli dengan senyum ramah di kediamannya kelurahan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Tidak ada jabatan, tidak ada seragam resmi. Yang ada hanyalah keranjang buah, timbangan, dan semangat berdagang. Wa Akuy menyebut langkah ini sebagai bentuk “hilirisasi” dirinya — dari mengawasi jalannya demokrasi, kini mengabdikan diri melayani warga melalui usaha jualan buah.

“Dulu saya menjaga keadilan pemilu. Sekarang saya jaga kualitas duren. Prinsipnya sama: jujur, tidak curang, dan bertanggung jawab kepada pembeli,” ujar Wa Akuy saat ditemui di kediamannya, Senin (7/9).

Selama menjabat Ketua Panwascam Cisarua, Wa Akuy dikenal teliti dan berani menegur pelanggaran prosedur pemilu. Ia dan timnya bekerja tanpa kenal waktu, memastikan setiap suara warga terhitung dengan benar. Kini, masa bhakti itu telah berakhir. Alih-alih mencari posisi baru di lingkungan pemerintahan atau partai politik, ia memilih jalan yang sederhana namun penuh makna: berwirausaha.

“Banyak yang tanya, kenapa tidak cari kerja kantoran? Katanya, mantan ketua panitia kok jualan buah. Menurut saya, semua pekerjaan itu mulia selama halal dan bermanfaat. Demokrasi sudah selesai, sekarang saatnya saya berjuang di lapak sendiri,” tambahnya dengan nada tenang.

Di kediamannya, Wa Akuy hanya menjual duren pilihan yang didapat langsung dari petani lokal di wilayah Baduy. Ia tidak pernah menyembunyikan kondisi buah. Jika rasanya kurang manis atau dagingnya tipis, ia akan mengatakannya terus terang kepada pembeli — kebiasaan yang dibawanya dari masa menjabat sebagai pengawas pemilu.

“Integritas tidak hanya berlaku saat pemilu saja. Saat menjual pun harus jujur. Kalau buahnya bagus, bilang bagus. Kalau kurang, bilang begitu. Supaya pembeli tidak kecewa dan kembali lagi,” ungkapnya.

Kejujuran dan keramahannya membuat dagangan Wa Akuy kini semakin dikenal warga. Banyak pembeli yang datang bukan hanya karena durennya enak, tetapi juga menghargai prinsip hidupnya. Bahkan, beberapa mantan rekan kerjanya di Panwascam maupun perangkat kelurahan serta kecamatan Cisarua bahkan dari jurnalis pun menyempatkan mampir membeli buah durennya sebagai bentuk dukungan.

Wa Akuy berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi, terutama bagi mereka yang baru selesai mengemban tugas negara atau organisasi, bahwa tidak perlu malu memulai hal baru, sekecil apa pun itu.

“Jabatan itu hanya titipan dan sementara. Yang abadi adalah kejujuran dan usaha yang berkah. Di mana pun kita berada, apa pun yang kita kerjakan, lakukan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Saat ini, Wa Akuy berencana mengembangkan usahanya, tidak hanya menjual duren, tetapi juga buah-buahan lain musimnya. Ia juga berharap dapat membantu memasarkan hasil bumi petani lokal Cisarua agar bisa lebih dikenal luas.

(Kang Nuy)


Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

BACA JUGA

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Recent Comments