Puncak Cisarua, Bogor – Upaya penataan kawasan Rest Area Gunung Mas kembali menjadi sorotan utama di wilayah Puncak, Cisarua. Para pedagang menegaskan bahwa kesatuan aspirasi adalah kunci agar kebijakan pemerintah daerah benar-benar relevan dan menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar proyek fisik semata.
Dalam perbincangan Kamis (10/9), salah satu pedagang di Blok 4, Yadi alias Adul, menekankan perlunya keterbukaan dan kesepakatan sejak awal perencanaan.
“Harus satu suara, supaya akur. Jangan ada tarik-menarik kepentingan. Koordinasi harus rapi, dengan terobosan yang jelas dan tidak membebani,” ujarnya mewakili rekan-rekan pedagang.

Selain membahas rencana penataan gapura masuk kawasan, warga dan pedagang kini menghidupkan kembali gerakan sosial lingkungan secara sukarela. Kegiatan meliputi kerja bakti rutin, pembersihan kawasan, hingga kebersamaan antarwarga.
Langkah ini dianggap sebagai wujud kepedulian kolektif, meski sebagian pihak menilai kebersihan juga menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup. Semangat gotong royong diyakini mampu memperkuat solidaritas sekaligus menjaga kenyamanan kawasan sehari-hari.
Penataan gerbang atau gapura menjadi perhatian khusus. Warga dan pedagang berharap penataan dilakukan secara menyeluruh, rapi, dan bernilai estetis.

“Kalau dipercantik dan dirapikan, pengunjung akan lebih tertarik mampir dan betah berlama-lama. Pedagang pun otomatis ikut merasakan dampak ekonomi yang positif,” ungkap Mumuh.
Para pedagang juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi memperkuat aspek keamanan dan ketertiban. Fenomena pedagang mangkal di sekitar akses masuk dinilai mengganggu kenyamanan dan merusak kesan rapi kawasan.
“Gimana rest area akan rame pengunjung untuk istirahat dan berbelanja di sini, kalau para pedagang di motor masih pada mangkal di depan gerbang? Ini harus diatur dan diselesaikan,” tegas Mumuh.
Mereka berharap kewenangan Satpol PP serta pengelola kawasan dipertegas untuk menciptakan tata tertib yang adil bagi semua pihak.
Sebagai penutup, pedagang dan warga menekankan bahwa penataan Rest Area Gunung Mas bukan sekadar soal gedung atau gapura, melainkan bagian dari upaya menjaga keharmonisan sosial dan kebersamaan masyarakat.
Dengan semboyan “satu suara, satu langkah bersama”, mereka optimis kawasan ini bisa bertransformasi menjadi contoh rest area yang indah, nyaman, tertib, bersih, dan ramah bagi pengunjung maupun warga sekitar.
(Kang Nuy)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










