Poto Ilustrasi
Kolaka Utara – Polemik dugaan penganiayaan yang melibatkan Kepala Desa Makuaseng, Herman, kini menjadi perbincangan hangat di forum warga Latuk dan sekitarnya. Kasus ini sebelumnya dilaporkan ke aparat kepolisian dan diangkat ke media, namun menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Sejumlah warga Makuaseng menyampaikan pembelaan terhadap Kepala Desa Makuasseng Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka menilai tudingan yang diarahkan kepada Herman tidak sepenuhnya mencerminkan fakta di lapangan.
“Pak Herman selama ini dikenal membantu masyarakat memperjuangkan hak mereka, termasuk dalam urusan ganti rugi lahan dengan perusahaan. Banyak warga yang merasa terbantu,” ujar seorang tokoh masyarakat, Senin, (28/09).
Herman sendiri memberikan klarifikasi atas peristiwa yang terjadi. Ia menegaskan bahwa tudingan dirinya sebagai humas perusahaan tidak benar.
“Saya bukan humas perusahaan. Saya hadir karena masyarakat membutuhkan saya untuk mempertemukan mereka dengan pihak perusahaan agar hak mereka dibayarkan. Alhamdulillah, beberapa warga sudah menerima ganti rugi berkat upaya itu,” jelasnya.
Terkait insiden pemukulan terhadap salahsatu wartawan, Herman mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Saya sadar tindakan saya salah. Saya tidak membenarkan perbuatan melukai orang. Dengan ikhlas saya memohon maaf sebesar-besarnya atas ke khilafan saya,” ucap Herman saat ditemui palapatvnews.network.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian belum menyampaikan hasil pemeriksaan maupun status hukum perkara tersebut.
Warga berharap aparat kepolisian dapat menangani kasus ini secara profesional dan transparan, sehingga duduk perkara sebenarnya dapat terungkap. Proses hukum yang jelas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan hak semua pihak terpenuhi.
(Musriadi)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










