Kades Wiwin: Dua Program Unggulan Desa Kopo Direalisasikan

Kopo, Cisarua — Dua program andalan yang menyentuh pengembangan sumber daya manusia, pembangunan fisik, serta pengembangan pariwisata dan budaya kini tengah berjalan beriringan di Desa Kopo. Melalui alokasi Bantuan Keuangan (BANKEU) serta program strategis Dayeuh Padjajaran gagasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, warga kini menanti dampak nyata yang dirancang untuk kemajuan bersama.

Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan, memaparkan secara rinci arah dan pelaksanaan kedua program tersebut.

BANKEU SASARDESA: SATU SARJANA DARI PERANGKAT, TIGA DARI MASYARAKAT

Kepala Desa menjelaskan bahwa alokasi BANKEU Desa Kopo kini telah direalisasikan antara lain untuk program Sasardesa—Satu Sarjana Satu Desa.

“Kami pastikan program Sasardesa ini benar-benar merata dan melibatkan semua unsur. Dari empat orang yang mendapat kesempatan, satu orang berasal dari perangkat desa, dan tiga lainnya dipilih langsung dari masyarakat. Tujuannya jelas: agar ilmu dan pendidikan tidak hanya di lingkungan kantor desa, tapi sampai ke setiap warga, dan nantinya mereka pulang untuk membangun kampung halamannya sendiri.” — ujar Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan, saat ditemui dikantor nya, Kamis, (01/10).

Selain pengembangan SDM, BANKEU juga dialokasikan untuk keselamatan lingkungan. Saat ini sedang berlangsung pengerjaan turap di lingkungan RW 09 serta Kampung Cijulang.

“Pengerjaan turap ini kami percepat mengantisipasi curah hujan yang mulai meningkat. Ini untuk menjaga lingkungan, melindungi pemukiman warga dari longsor dan erosi. Kami ingin warga tinggal tenang, aman, dan nyaman di kampungnya sendiri.” — tambah Kades Wiwin Wildan.

DAYEUH PADJAJARAN: DIPUTUSKAN BERSAMA, RW 09 JADI GERBANG WISATA PANDITA

Terkait program Dayeuh Padjajaran yang digagas Gubernur Jawa Barat, Desa Kopo dipastikan menjadi salah satu lokasi pelaksanaannya. Melalui proses musyawarah yang melibatkan seluruh perwakilan wilayah, akhirnya disepakati lokasi berada di RW 09—tepatnya sebagai gerbang utama Desa Wisata Pandita.

Kepala Desa menegaskan bahwa keputusan ini diambil bukan sepihak, melainkan setelah seluruh RW diberi kesempatan mengajukan usulan.

“Saya buka kesempatan seluas-luasnya kepada semua RW untuk mengajukan usulan lokasi. Setelah didiskusikan, ditimbang bersama, akhirnya disepakati Dayeuh Padjajaran ditempatkan di RW 09. Lokasi ini dinilai paling strategis sebagai gerbang pembuka kawasan Desa Wisata Pandita. Ini bukan keputusan saya pribadi, melainkan keputusan bersama untuk kemajuan wisata dan perekonomian warga.” — tegas Wiwin Wildan.

MASYARAKAT MENDUKUNG, HARAPAN KEMAJUAN BERSAMA

Hingga kini, antusiasme warga Desa Kopo terlihat nyata. Transparansi dalam penentuan lokasi, keterlibatan masyarakat dalam penerima manfaat pendidikan, serta pembangunan fisik yang menyentuh kebutuhan sehari-hari disambut baik oleh berbagai lapisan masyarakat.

Kepala Desa menutup dengan harapan agar seluruh warga terus bersatu menjaga dan mengawal pelaksanaan program ini hingga selesai dan bermanfaat.

“Semua ini milik warga Kopo. Mari kita jaga, kita awasi, dan kita manfaatkan sebaik-baiknya. Kemajuan Desa Kopo bukan tanggung jawab pemerintahan desa saja, tapi tanggung jawab kita semua.” — pesan Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan.

Pantauan perkembangan pelaksanaan kedua program ini akan terus dilakukan. Masyarakat berharap pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Desa Kopo.

Laporan: Nuy

Sumber: Keterangan Resmi Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan & Pemantauan Lapangan


Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

BACA JUGA

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Recent Comments