BOGOR – Pemerintah Kecamatan Cisarua bersama Inspektorat Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Sosialisasi Antikorupsi serta Internalisasi Nilai-Nilai Integritas yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), perwakilan Polres Bogor, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Inspektorat Kabupaten Bogor, serta para kepala desa se-Kecamatan Cisarua, Selasa (20/10).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Dalam sambutannya, Camat Cisarua menegaskan bahwa penguatan integritas harus menjadi komitmen bersama seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Menurutnya, sosialisasi antikorupsi bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata membangun budaya kerja yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berharap seluruh kepala desa, perangkat desa, dan unsur pemerintahan lainnya dapat memahami serta menerapkan nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri dengan mengedepankan kejujuran, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan,” ujar Camat Cisarua.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan desa yang akuntabel dan transparan agar seluruh program pembangunan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pencegahan tindak pidana korupsi, pengendalian gratifikasi, pencegahan pungutan liar (pungli), serta pentingnya membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme.
Inspektorat Kabupaten Bogor menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai integritas merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Melalui penerapan nilai integritas, aparatur sipil negara maupun perangkat desa diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai aturan serta menghindari berbagai bentuk penyimpangan.
Selain sosialisasi antikorupsi, forum tersebut juga membahas pengawasan pengelolaan keuangan dan aset desa melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran desa berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, jajaran Forkopimcam Cisarua bersama instansi terkait turut melakukan koordinasi mengenai berbagai isu strategis daerah, termasuk penataan kawasan Puncak, evaluasi bangunan yang belum memenuhi ketentuan perizinan, penegakan ketertiban umum, serta pengelolaan dan penataan kawasan Pasar Cisarua.
Perwakilan Polres Bogor dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan pengelolaan administrasi yang baik dalam setiap program pembangunan maupun pelayanan publik guna mencegah potensi permasalahan hukum di kemudian hari.
Melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap tercipta budaya antikorupsi yang kuat di lingkungan pemerintahan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan berintegritas.
(Nuy)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










