CARINGIN — Aula Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tampak penuh semangat pada Sabtu, 7 November 2026. Puluhan pemuda dari berbagai unsur masyarakat berkumpul di sana untuk mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemuda Desa yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Tohaga Desa Tangkil.
Kegiatan yang dimulai pagi itu dibuka dengan suasana khidmat, diiringi lagu kebangsaan indonesia dan Mars Karang Taruna — simbol kebanggaan dan kebersamaan yang mengingatkan setiap peserta akan peran strategis pemuda dalam pembangunan bangsa. Di dinding belakang ruangan, spanduk besar terpampang dengan tema utama kegiatan: “Mewujudkan Pemuda yang Berdaya, Kreatif, Inovatif, dan Berakhlak Mulia untuk Membangun Desa Berjaya Indonesia Maju.”
Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Ketua Karang Taruna Masagi Kecamatan Caringin fauzi ridwan, pengurus dan anggota Karang Taruna Tohaga, perangkat desa, tokoh masyarakat, para narasumber, serta pemuda-pemudi dari berbagai lingkungan di Desa Tangkil. Suasana berjalan tertib namun hidup, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta yang ingin meningkatkan wawasan dan kapasitas kelembagaan mereka.
Bukan Sekadar Seremonial
Dalam sambutannya, Ketua Karang Taruna Tohaga Desa Tangkil, Burdahudin, menyampaikan pesan yang menjadi inti terselenggaranya pelatihan ini — bahwa kehadiran Karang Taruna harus bermakna nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar menjadi hiasan saat acara resmi berlangsung.
“Saya berharap kegiatan ini bukan hanya bentuk seremonial saja, melainkan harus membawa tanggung jawab sosial di masing-masing wilayah RT,” ujar Burdahudin di hadapan seluruh peserta.
Ia menekankan bahwa ilmu, wawasan, dan kesadaran yang diperoleh dari pelatihan ini harus dibawa pulang dan diterapkan di lingkungan masing-masing. Setiap anggota Karang Taruna, kata dia, adalah mata, telinga, dan tangan yang siap membantu warga di tempat tinggalnya.
Pemuda Harus Menjadi Penggerak Perubahan
Pesan yang paling menggetarkan disampaikan Burdahudin ketika membicarakan posisi pemuda di tengah masyarakat. Dengan tegas namun penuh kehangatan, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjadi penonton dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di lingkungan desanya sendiri.
“Pemuda jangan hanya jadi penonton saja, tapi harus jadi penggerak,” tegasnya.
Menurut Burdahudin, terlalu banyak hal yang masih bisa diperbaiki di sekitar kita untuk sekadar berdiri dan melihat. Mulai dari masalah kebersihan lingkungan, kerukunan antarwarga, hingga saling bantu saat ada tetangga yang kesulitan — di sinilah peran pemuda sangat dibutuhkan.
“Jangan menunggu orang lain yang memulai. Jika ada sampah di depan rumah tetangga, kita yang ambil. Jika ada warga yang sakit dan butuh bantuan, kita yang datang. Mari kita buktikan bahwa kita ada untuk membantu dan menggerakkan perubahan positif di lingkungan kita sendiri,” ajaknya.
Membangun Desa dari Hal-Hal Kecil
Pelatihan ini dirancang tidak hanya menyampaikan teori keorganisasian, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, tata cara menyampaikan aspirasi yang santun dan konstruktif, serta strategi pemberdayaan pemuda berbasis potensi lokal.
Para peserta terlihat aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi, diskusi kelompok, hingga tanya jawab yang berlangsung hangat. Banyak peserta yang menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan, karena dirasa sangat bermanfaat untuk membentuk karakter pemuda yang tangguh, peduli, dan berakhlak mulia.
Di akhir kegiatan, disepakati bahwa setiap pengurus dan anggota Karang Taruna akan berperan aktif di wilayah RT masing-masing — menjadi mitra warga yang siap mendengar, bergerak, dan berkontribusi nyata.
Diharapkan, semangat yang tumbuh dari pelatihan ini tidak akan padam saat acara berakhir, melainkan akan terus mengalir menjadi aksi-aksi nyata yang membawa dampak positif bagi kemajuan Desa Tangkil di masa mendatang.
Awaludin
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










