...

Enter your email Address

Subscribe to get Updates
  • Login
Palapatvnews
  • Home
  • News
  • Nasional
  • Advertisement
  • PALAPATV CHANNEL
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Nasional
  • Advertisement
  • PALAPATV CHANNEL
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Berita dan Opini

Autokrtik : Santri, Adab & Feodalisme

palapatvnews by palapatvnews
9 Februari 2025
in Berita dan Opini
0 0
0
Autokrtik : Santri, Adab & Feodalisme
0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On WhatsApp

Dengan menyebut nama Allah SWT. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmatnya kepada kita agar kasih sayang terjalin sesama hambanya, shalawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi yang tidak ada kultur fedolaisme pada dirinya alhamdulilah alfaqir menulis sebuah risalah ini sebagai bentuk autokritik pada diri alfaqir yang memberanding diri sebagai santri. Amaba’du.

Akhir-akhir ini Terjadi perdebatan terkait praktek feodalisme di pesantren begitu marak di media sosial soal praktek peodalisme di pesantren, opini-opini itu semakin berkembang ketika ada konten video yang memperlihatkan santri berjongkok dan mengantri ketika di bagi makanan oleh seorang yang di anggap ustdzahnya di lingkungan pesantren tersebut, lalu di bandingkan dengan konten video pada masa lalu ketika warga pribumi harus ngantri dan jongkok ketika di bagi makanan oleh kaum penjajah.

Baca Juga

Sengketa 4 Pulau Aceh–Sumut: Batas Wilayah atau Luka Keadilan?

Orasi Nasional Ketua Dewan Penasehat BAIN HAM RI Jawa Barat di Yogyakarta

Dalam kedua video tersebut jika di lihat dari perspektif ilmu semiotika maka sangat terlihat hegemoni kekuasan dari objek satu terhadap objek lainnya. Maka inilah yang di anggap praktek peodalisme itu terjadi, ada juga argument yang membantah bahwa itu praktek feodalisme dengan mengatakan itu adalah adab, yang mana melakukan hal itu dasar kecintaan terhadap guru bukan dari paksaan.

Maka perlu kiranya sebagai santri mengurai persoalan ini dari hal mendasar terlebih dulu agar tersistematis, sebagaimana dalam ilmu mantiq ketika kita berargumen kita harus berangkat dari definisi yang tepat agar tidak terjadi lemahnya argumentasi, setelah itu kita sesuaikan dengan fakta yang terlihat oleh panca indra, sebagaimana menurut imam gozali dalam kitab alumni minadolal ada beberapa cara dalam mencari kebeneran, yang pertama adalah melalui panca indra, dan yang kedua melalui akal fikir yang dipandu oleh ilmu mantiq, maka ketika perpaduan dua cara dalam mencari kebeneran menurut imam gozali ini perlu dipadukan untuk semakin dekat dalam mencapai kebeneran.

Apa bener praktek tersebut bisa dibilang feodalisme, maka perlu kita lihat definisi feodalisme terlebih dahulu, sebagaimana feodalisme bisa di definisikan : feodalisme adalah otroritas yang selalu bener,semua yang dikatakan otoritas adalah absolut kebeneran tidak ada sumber kebeneran lain selain dari otoritas, dan feodaalisme terjadi dari setiap relasi kuassaa, baik hubungan pemerintah dengn warga negaranya, guru dan murid, dosen dan mahasiswa, kiyai dengan santri, bahkan di rumah kita sendiri orang tua dengan anak.

Dalam definisi tersebut otoritas adalah jinsun qorib dan bener adalah fasl qorib maka definisi ini menurut ilmu mantiq masuk kepada definisi had tam dan kedudukannya cukup kuat, secara kontekstual merujuk pada konten video tersebut itu jelas adalah praktek feodalisme dimana kuasa guru terhadap muridnya sehingga harus jalan jongkok ketika menghampirinya, atau praktek-praktek lainnya yang berlebihan sehingga kuasa guru lebih menghegemoni terhadap santrinya, tidak ada kesetaraan dalam tinjauan kasta sesama manusia, padahal nabi sendiri ketika di utus dia membawa misi menghapuskan perbudakan dan feodalisme, dan yang kita sebut manusia paling mulai daan di utus oleh tuhan yaitu nabi muhamad daan orang-orang disekitarnya disebut sahabat daan beliau kalo masuk ruangan lalu sahabat berdiri, dia marah “apakah kamu akan menghormati aku seperti orang terdahulu menghormati pemimpin mereka?” ini yang di sebut di zaman moderen sebagai egalitarianisme, tidak ada feodalisme dalam kultur nabi, padahal beliau utusan tuhan, dimana dia kalo ngomong itu bukaan karna nafsunya tapi wahyu, dan menganggap orang disekitarnya sebagai sahabat karna rendah hati beliau, tidak ada feodalisme sama sekali dan ini yang menyebabkan agamanya diterima orang di barat dan timur karna itulah pembebasan.

Agama di turunkan untuk membebaskan manusia dari penyembahan sesama manusia menuju penyembahan kepada tuhan semata. dimata sosial kedudukan manusia sama, yang membedakan adalah ketaqwaan terhadap allah swt, dan kasta ketaqwaan pun itu ditentukan oleh allah sendiri, bukan oleh manusia, atau manusia tidak mendeklarasikan bahwa dirinya bertaqwa.

Jika santri melakukan itu dengan sendirinya tanpa ada perintah dan paksaan dari gurunya seharusnya guru tersebut melarang untuk melakukan hal berlebihan seperti itu bukan menormalisasikannya, kalo membiarkannya maka terkesan menormalisasikannya, sehingga terlihat ingin diperlakukan seperti itu si guru ini.

Tidak berkaca pada egaliterianisme nabi dan sahabatnya. Gara-gaara bersembunyi dalam kata adab maka Antara adab daan praktek feodalisme ini memang sangat tipis perbedaanya hanya sebuah penghalang dari keduanya adalah praktek-praktek berlebihan yang di ungkapkan oleh gestur tubuh.

Argumentasi yang menjawab persoalan itu atau pembelaan dari santrinya sendiri banyak juga berseliweraan di konten yang di buat oleh santri, kurang lebih seperti ini “itu bukan praktek feodalisme, tapi itu adaab dan bentuk kecintaan kami terhadap guru kami dan juga ilmu, tidak datang dari keterpaksaan” dan apa betul itu adalah adab perlu kiranya kita definisikan terebih dulu kata adab ini.

Al-Ghazali mendefinisikan adab sebagai aturan perilaku yang mencerminkan kedisiplinan dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia.

Kebijaksanaan adalah cerimanan dari orang yang beradab, bisa menempatkan cara berhubungan dengan tuhan dan manusia, ketika dihadapan tuhan bersimpuh maka di hadapan manusia harus setara tidak ada hegemoni dari satu manusia terhadap manusia lainnya itulah adab.

Secara fakta yang disaksikan panca indra atau yang terlihat oleh mata praktek-praktek yang ada dalam konten video tersebut bukan cerminan dari adab karna cara menjalin interaksi atau berhubungan dan cara menghormati guru tidak harus seperti itu, mengamalkan ilmu yang didapatkan itu adalah bentuk penghormatan terhadap guru, contohnya ketika kita mempraktekan ilmu nahwu dalam bacaan kitab itu adalah bentuk penghormatan terhadap guru atau mengamalkan ilmu lainnya. Sedangkan bersimpuh itu adalah cara penghambaan.

Dan praktek ini adalah salah satu yang menghambat majunya pendidikan islam atau dunia ilmiah islam. Dimana seharusnya pendidikan Islam atau pesantren memiliki focal point, artinya pendidikan pesantren haruss punya paradigma sebagaimana paradigma pendidikan francis dia adalah solidarity kesetaraan manusia, pendidikan francis Berbasis pada egaliter, fraternite, liberte.

Pendidikan pesantren seharusnya berupaya mencari focal point itu, tapi pada kenyataannya pendidikan pesantren gugup terhadap soal itu. karna jejak feodalisme kita tidak pernah selesai santri diam tidak mau mengkritik gurunya apa bila gurunya ada kesalahan dalam menjelaskan pelajaran lagi-lagi bersembunyi di balik kata adab dan kalimat samina wa’atona, ini adalah cekaman dari praktek feodalisme dan itu yang menghabat dunia akademik pesantren buat maju.

Kesimpulannya santri harus tau bagaimana cara menghormati guru dan tidak harus terjebak dalam praktek-praktek feodalisme karna itu yang akan memajukan dunia akademic pesantren, santri dan guru saling berbantah-bantahan soal ilmu seperti halnya imam syafi’I yang berdebat dengan imam Malik yang menghasilkan hikmah, bukan di paksa tunduk dan bersimpuh, sikap egaliter yang di contohkan oleh nabi ketika berinteraksi dengan sahabatnya harusnya jadi contoh untuk hubungan guru dan santrinya.


Beradab lah tapi tidak dengan feodalisme sebagaimana imam syafi’I mencontohkan praktek beradab :


* Adab terhadap Allah – Melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan sesuai syariat.
* Adab terhadap guru – Menghormati guru dan mengamalkan ilmu yang diajarkan.
* Adab dalam berbicara – Berkata dengan baik, jujur, dan penuh hikmah atau soft spoken
* Adab dalam menuntut ilmu – Belajar dengan rendah hati dan tidak sombong.
* Adab dalam kehidupan sosial – Bersikap sopan, menghormati sesama, dan tidak merugikan orang lain.

WALLAHUALAM
Jajad WS.

  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak

Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berlangganan

Tags: AdabOpini PublikPesantren
Advertisement Banner Advertisement Banner Advertisement Banner

Berita Terkait

Pra Musrenbang Kecamatan Tamansari: Sekcam Absen Berikan Keterangan kepada Media
Berita dan Opini

Pra Musrenbang Kecamatan Tamansari: Sekcam Absen Berikan Keterangan kepada Media

7 Januari 2026
11
Strategi Pembangunan Ekonomi Nasional di Era Modern: Saatnya Indonesia Melompat Maju
Berita dan Opini

Strategi Pembangunan Ekonomi Nasional di Era Modern: Saatnya Indonesia Melompat Maju

5 Juli 2025
5
Beredar Voice Note Anggota Karang Taruna Melecehkan Profesi Jurnalis
Berita dan Opini

Beredar Voice Note Anggota Karang Taruna Melecehkan Profesi Jurnalis

7 Desember 2024
35
Load More

BeritaPilihan

Jalan Hoegeng Diresmikan, Simpang Gadog Kini Miliki Simbol Keteladanan dan Keamanan Baru

Jalan Hoegeng Diresmikan, Simpang Gadog Kini Miliki Simbol Keteladanan dan Keamanan Baru

9 bulan ago
6
Peluncuran Pusat Unggulan Nasional MBG Jakarta: Mewujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

Peluncuran Pusat Unggulan Nasional MBG Jakarta: Mewujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

1 tahun ago
7
Suyadi Menjadi Contoh Sebagai Wakil Rakyat yang Baik, dan Peduli Sesama

Suyadi Menjadi Contoh Sebagai Wakil Rakyat yang Baik, dan Peduli Sesama

2 tahun ago
18
Peluncuran Produk Terrad’or 70 WG di Desa Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir

Peluncuran Produk Terrad’or 70 WG di Desa Teluk Piyai, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir

7 bulan ago
53

Drinking This Kind of Tea Could Help Shed Those Last Few Pounds

3 bulan ago
0
Polemik antara PT Indogate dan Tour Guide Puncak: Mediasi Tak Kunjung Menemukan Solusi Hingga Berakhir Ricuh

Polemik antara PT Indogate dan Tour Guide Puncak: Mediasi Tak Kunjung Menemukan Solusi Hingga Berakhir Ricuh

11 bulan ago
149

Jangan Dilewatkan

Zulkarnaen Resmi Terpilih sebagai Ketua KONI Kecamatan Panai Tengah

Zulkarnaen Resmi Terpilih sebagai Ketua KONI Kecamatan Panai Tengah

2 Agustus 2025
12
Ziarah Pj. Bupati Konawe ke Makam Lakidende Menjelang HUT Kabupaten Konawe yang ke-64

Ziarah Pj. Bupati Konawe ke Makam Lakidende Menjelang HUT Kabupaten Konawe yang ke-64

26 Februari 2024
7
Ziarah dan Doa Warnai HUT ke-10 Kepenghuluan Teluk Nilap Jaya

Ziarah dan Doa Warnai HUT ke-10 Kepenghuluan Teluk Nilap Jaya

26 Februari 2026
20
Zedap Fans Club Community Berbagi Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan

Zedap Fans Club Community Berbagi Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan

8 April 2024
32
Palapatvnews

palapatv adalah media online dan TV Streaming dalam produk digital milik (PT Palapa Visual Mandiri). Ada pun produk digital yang merupakan bagian dari PT Palapa Visual Mandiri: palapatvnews.network palapatv Channel YouTube dan palapatv Media Sosial.

Follow us

Recent News

Erifarm Tetap Pertahankan Karyawan, Harap Kunjungan Meningkat Pasca Lebaran

Erifarm Tetap Pertahankan Karyawan, Harap Kunjungan Meningkat Pasca Lebaran

16 Maret 2026
Jabar Hentikan Sementara Operasional Angkot di Jalur Puncak Saat Lebaran

Jabar Hentikan Sementara Operasional Angkot di Jalur Puncak Saat Lebaran

16 Maret 2026
AQUA Peduli: 1.600 Paket Sembako untuk Warga Muarajaya

AQUA Peduli: 1.600 Paket Sembako untuk Warga Muarajaya

16 Maret 2026
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

© 2026 PT. Palapa Visual Mandiri

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Nasional
  • Advertisement
  • PALAPATV CHANNEL
  • Login

© 2026 PT. Palapa Visual Mandiri

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Berlangganan

Lanjutkan membaca

Berlangganan