Bogor – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat peran lembaga keuangan dalam pembangunan berkelanjutan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli – Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyerahkan apresiasi Desa Brilian 2025 serta meresmikan Kampung Koboy di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan BRI Regional Office Jakarta dan Bogor, Sekretaris Camat Cisarua, Kepala Desa Tugu Selatan, Direktur BUMDes Tugu Selatan Mandiri, Perwakilan PTPN 1 Regional 2, serta tokoh masyarakat dan pelaku UMKM lokal.
Acara ini menjadi momentum penting bagi Desa Tugu Selatan yang berhasil menjadi salah satu penerima apresiasi Desa Brilian 2025, sebuah inisiatif BRI yang bertujuan mencetak desa-desa unggul dan inovatif berbasis digital, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Susanto, selaku Head Office BRI Regional Jakarta, menyampaikan bahwa dukungan terhadap pengembangan sarana dan prasarana desa merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pedesaan.
“Melalui program TJSL, kami berharap desa-desa seperti Tugu Selatan dapat menjadi model pemberdayaan yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan. Kampung Koboy ini kami harapkan menjadi daya tarik baru pariwisata lokal sekaligus penggerak ekonomi warga,” ujar Susanto, Rabu (21/10).

Sementara itu, Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Windiana, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah BRI yang turut mendukung pembangunan desa.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari BRI. Bantuan ini tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangkitkan semangat warga untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi lokal,” ucapnya.

Di tempat yanga sama, Direktur BUMDes Tugu Selatan Mandiri, Dadang Mansyur, menuturkan bahwa sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan BRI telah membawa dampak nyata bagi pengembangan ekonomi lokal.
“Melalui kolaborasi ini, BUMDes berkomitmen untuk terus mengelola potensi desa secara profesional. Kampung Koboy menjadi salah satu bukti bahwa dengan dukungan berbagai pihak, desa bisa mandiri dan memiliki daya tarik wisata yang bernilai ekonomi,” jelas Dadang.
Kampung Koboy sendiri merupakan destinasi wisata tematik berbasis edukasi dan budaya lokal dengan konsep kampung kreatif yang mengedepankan kolaborasi antara warga, pelaku UMKM, dan komunitas lokal. Program pengembangannya mencakup perbaikan fasilitas umum, penyediaan sarana promosi digital bagi UMKM, hingga pelatihan literasi keuangan bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak swasta seperti BRI, Desa Tugu Selatan diharapkan dapat terus berkembang menjadi desa wisata mandiri yang berdaya saing, sekaligus memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi seluruh warganya.
Reporter: Kang Nuy
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















