Bogor – Merek air mineral Aqua tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform, baik media konvensional maupun media sosial, dalam dua pekan terakhir. Hal ini mencuat usai Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu pabrik Aqua di Subang, Jawa Barat.
Perdebatan publik pun muncul soal sumber air pegunungan, penggunaan sumur bor, hingga isu lingkungan. Meski demikian, gelombang viral itu mulai mereda setelah pihak manajemen Aqua memberikan penjelasan resmi yang disusul klarifikasi dari KDM.
Isu ini turut mendapat perhatian sejumlah tokoh masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Bogor. Salah satunya datang dari H. Saprudin Jepri, tokoh Bogor Selatan sekaligus mantan Kepala Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin.
“Saat saya menjabat Kepala Desa Ciherang Pondok selama dua periode, saya sempat keberatan terhadap rencana pembangunan pabrik Aqua karena warga khawatir kekurangan air. Namun setelah mendapat penjelasan ilmiah dari pihak Aqua, saya memahami dan akhirnya mengizinkan pabrik tersebut berdiri,” ungkap H. Saprudin Jepri di hadapan 35 media lokal dan nasional dalam acara Media Gathering Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS), Rabu (29/10/2025).
Ia menjelaskan, sumber air Aqua berasal dari lapisan aquifer di kedalaman lebih dari 100 meter di bawah tanah, sehingga tidak mencemari atau mengganggu sumur masyarakat sekitar.
“Aquifer terbentuk dari aliran air pegunungan. Jadi wajar jika Aqua menyebut produknya sebagai air pegunungan,” ujar mantan Ketua Apdesi Kabupaten Bogor ini.
Tokoh yang kini menjadi pengusaha wisata rafting di Grand Titik Kumpul, Caringin itu juga menegaskan bahwa sejak berdirinya pabrik Aqua, tidak ada sumur warga yang mengalami kekeringan.
“Sebaliknya, kami justru berterima kasih karena Aqua telah membuka lapangan kerja bagi ribuan orang,” tambahnya.
Pernyataan tersebut diamini oleh tokoh Bogor Selatan lainnya, H. Asep Misbahussudur alias H. Bono, yang turut hadir dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, SR Manager PT Tirta Investama Plant Caringin, Jakaria, menegaskan bahwa aktivitas produksi Aqua tetap berjalan normal pasca viralnya sidak Gubernur Jabar.
“Semua berjalan lancar. Kami tidak terganggu oleh pemberitaan yang sedang ramai,” ujarnya.
Jakaria menambahkan, Aqua telah hadir selama 13 tahun di wilayah selatan Kabupaten Bogor sejak 2012 dan menyerap ribuan tenaga kerja.
“Di Bogor Selatan ada pabrik Aqua Ciherang, Caringin, dan Lido. Sedangkan di Kabupaten Bogor juga ada pabrik Citeureup dan Sentul. Alhamdulillah semuanya masih berjalan baik. Kami terus berkomitmen menjaga kelestarian alam serta menebar kebaikan bagi masyarakat,” jelasnya.
Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muhsin, juga menyatakan kesiapan untuk menjalin kolaborasi lintas pihak, termasuk dengan Aqua dan insan pers.
“Kami siap bekerja sama untuk menjaga lingkungan agar wilayah selatan Kabupaten Bogor tetap hijau dan lestari,” ujarnya.
Reporter: Kang Nuy
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















