Tugu Selatan, Cisarua – Upaya tawuran antar remaja dengan perang sarung berhasil digagalkan oleh Bhabinmas Desa Tugu Selatan bersama warga Kampung BPMD, Senin, (02/03/26) dini hari.
Aksi cepat aparat dan masyarakat ini mencegah terjadinya bentrokan yang berpotensi menimbulkan kerugian dan keresahan warga.
Peristiwa bermula ketika sejumlah remaja terlihat berkumpul dengan membawa sarung yang dililit menyerupai senjata di depan hotel Plataran. Seorang warga kampung BPMD bernama Agis curiga dengan gelagat tersebut. Ia segera melaporkan kepada Ketua RW 07, Usep Ruhiyat, yang kemudian meneruskan informasi kepada Bhabinmas Desa Tugu Selatan, Deden.
Menindaklanjuti laporan itu, bhabinkamtibmas desa Tugu Selatan langsung mendatangi lokasi dan mendapati tiga orang remaja. Satu di antaranya merupakan warga Kampung Teladan Desa Tugu Selatan, sementara dua lainnya berasal dari Kampung Batukasur Desa Batulayang.



Agis, warga yang pertama kali melaporkan, mengatakan dirinya khawatir aksi tersebut akan berujung pada tawuran.
“Saya lihat mereka kumpul sambil bawa sarung yang dililit, seperti mau dipakai buat perang. Karena takut terjadi keributan, saya langsung lapor ke ketua RW,” ujarnya.
Menurut Agis, langkah cepat aparat membuat situasi segera terkendali. “Syukurlah langsung ditindaklanjuti, jadi tidak sempat terjadi tawuran,” tambahnya.
Bhabinmas Desa Tugu Selatan, Deden, langsung menggelandang ketiga remaja tersebut ke Polsek Cisarua untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mentolerir aksi tawuran yang meresahkan masyarakat.
“Kami bawa mereka ke Polsek untuk dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan. Kami juga mengingatkan orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya, terutama di bulan Ramadan, karena tradisi perang sarung seringkali berujung tawuran,” jelas Deden.
Ia menambahkan, patroli malam akan ditingkatkan dan sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pencegahan tawuran ini. Warga Kampung BPMD tidak tinggal diam, melainkan segera bertindak dengan melapor dan ikut membantu aparat dalam menghalau remaja yang hendak tawuran. Sinergi antara polisi dan masyarakat menunjukkan bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Polisi bersama warga berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah dengan memperkuat komunikasi dan pengawasan lingkungan. Selain itu, pihak kepolisian juga mengajak tokoh masyarakat dan pemuda untuk mengedukasi remaja agar menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Keberhasilan menggagalkan tawuran ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara aparat dan masyarakat mampu menciptakan rasa aman. Dengan langkah preventif dan kepedulian bersama, Desa Tugu Selatan diharapkan tetap kondusif dan bebas dari aksi tawuran remaja.
(Kang Nuy)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















