CIAWI – Puluhan warga bersama pengemudi ojek pangkalan mendatangi lokasi proyek pengerjaan jalan di Jalan Veteran II atau yang dikenal sebagai jalan alternatif Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Selasa (12/11/2025).
Aksi tersebut dipicu oleh keluhan warga terkait penutupan akses jalan yang berlangsung lebih lama dari jadwal awal. Sebelumnya, pihak proyek menyampaikan bahwa penutupan hanya akan berlangsung selama tiga hari, namun hingga kini jalan masih tertutup total. Kondisi itu mengganggu aktivitas warga, terutama para pengemudi ojek pangkalan yang menggantungkan penghasilan dari jalur tersebut.
Sebelum turun ke lokasi proyek, perwakilan warga sempat menemui Kepala Desa Telukpinang di kantor desa untuk menyampaikan keluhan mereka. Pertemuan tersebut akhirnya mempertemukan warga dengan pihak pelaksana proyek, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah II Ciawi, serta perwakilan Pemerintah Kecamatan Ciawi yang diwakili oleh Kasi Ekonomi dan Pembangunan. Pihak Polsek Ciawi turut hadir untuk memediasi agar situasi tetap kondusif.
Kepala Desa Telukpinang, Ahmad Rifai, menyampaikan pandangan kritis terkait desain sodetan saluran air yang dianggap tidak proporsional dan berpotensi menimbulkan banjir baru.
“Irigasi itu sebenarnya saya tahu persis. Banjir bukan karena sodetannya kecil, tapi karena pemeliharaannya kurang. Dari tahun 2019 sampai 2023, setiap saya bersihkan, penyebabnya itu sampah, bukan karena salurannya kecil. Jadi percuma kalau dibuat besar tapi tetap banyak sampah,” ujar Ahmad Rifai.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan saluran antara satu sisi dan sisi lain harus diperhatikan.
“Sekarang aja belum disodet seperti itu, kita sering banjir. Apalagi kalau sodetannya tidak seimbang. Saya minta gorong-gorong bisa dialokasikan ke korang, supaya agak dalam dan lebar, agar normalisasi lebih lancar,” tambahnya.
Ahmad Rifai menegaskan bahwa pihak desa telah menyurati instansi terkait secara resmi untuk meminta solusi teknis dan penyesuaian desain di lapangan.
Sementara itu, pelaksana proyek Hendi menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus mempercepat pemasangan box culvert agar jalan segera dapat dilalui kembali oleh masyarakat.
“Kami diberi waktu satu minggu untuk menyelesaikan percepatan pekerjaan. Sosialisasi dengan warga sebenarnya sudah dilakukan sejak awal bersama pihak desa,” jelas Hendi.
Ia juga menepis isu terkait dugaan kurangnya koordinasi dengan pihak media.
“Itu tidak benar. Saya tidak pernah bicara atau melakukan hal semacam itu,” tegasnya.
Hingga Selasa sore, proses mediasi dan pengawasan proyek masih berlangsung di lapangan. Aparat kepolisian bersama perangkat desa terus memantau situasi agar tetap kondusif.
Warga berharap proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dan dengan memperhatikan aspek keselamatan serta kepentingan masyarakat sekitar.
(Mang Uka)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















