Cisarua, – Puluhan tempat usaha meliputi restoran dan hotel di kawasan wisata Puncak, Kecamatan Cisarua, yang sempat disegel Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) beberapa bulan lalu terkait pembuangan limbah sembarangan, kini tak lagi terdengar kabar tindak lanjutnya. Padahal, tindakan penyegelan itu dilakukan karena para pengusaha belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang berujung pada terus tercemarnya Sungai Ciliwung beserta anak sungainya hingga saat ini.
Ketiadaan kelanjutan langkah tersebut kini memancing pertanyaan besar dari warga dan pengamat di Cisarua. Banyak yang menilai penyegelan yang sempat digencarkan itu tak lebih dari sekadar gertakan belaka bagi para pengusaha.
“Dulu sempat sangat gencar penyegelan dari pihak KLH, bahkan saat masih menjabat Menteri KLH Faisol Nurofiq turun langsung ke lapangan. Puluhan hotel dan restoran disegel lantaran belum memiliki IPAL yang layak. Tapi sekarang tak ada kelanjutannya,” ujar Supardi (55), warga setempat.
Ironisnya, pemerintah daerah setempat sama sekali tidak dilibatkan dalam proses tersebut, baik saat penyegelan dilakukan maupun saat segel-segel itu dicabut kembali.
“Saya selaku pemimpin wilayah tempat hotel-hotel itu berada sama sekali tidak dilibatkan, baik saat penyegelan maupun saat segelnya dicabut. Hingga kini kami pun tak mengetahui keputusan atau kelanjutan dari tindakan itu. Yang kami tahu hanya penyegelan itu berkaitan dengan masalah limbah, tapi sampai saat ini tak ada kejelasan apa pun,” tegas Lurah Cisarua, Heru Hendrawan.
Di tengah musim kemarau yang sedang berlangsung saat ini, debit air Sungai Ciliwung dan anak-anak sungainya terpantau terus menyusut. Kondisi ini justru memperjelas pemandangan yang memprihatinkan: aliran sungai penuh tumpukan sampah, sementara airnya keruh dan tercemar limbah yang berasal dari pemukiman maupun tempat usaha.
Warga yang bermukim tepat di tepian Sungai Ciliwung, Bagio (60), meminta pemerintah bersikap tegas tanpa pandang bulu. Menurutnya, pembiaran terhadap pelanggan pembuangan limbah akan membawa dampak buruk yang merusak lingkungan dan merugikan banyak pihak.
“Sudah saatnya pemerintah bersikap tegas kepada siapa pun pengusaha yang membuang limbah ke sungai. Jika dibiarkan begitu saja, dampaknya akan sangat buruk bagi lingkungan, terutama ekosistem aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan kita semua,” pungkas Bagio.
(Nuy)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
