Kolaka Utara — Perayaan malam pergantian tahun yang berlangsung di halaman depan Puskesmas Latowu, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, pada Selasa malam, 31 Desember 2025, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial dan menuai berbagai kritik dari masyarakat.
Dalam video yang beredar luas, terlihat sejumlah orang menggelar acara hiburan di area fasilitas kesehatan, yang dinilai tidak pantas dan mencederai fungsi Puskesmas sebagai tempat pelayanan publik. Kejadian tersebut pun memicu reaksi keras dari warga serta desakan agar pihak terkait memberikan klarifikasi.
Setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi, terungkap bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan agenda resmi institusi Puskesmas Latowu, melainkan murni inisiatif pribadi para pekerja.
Abai, yang merupakan pengawas sekaligus pekerja di Puskesmas Latowu, secara terbuka mengakui bahwa acara tersebut digagas oleh mereka sendiri tanpa sepengetahuan maupun keterlibatan pihak lain.
“Acara ini murni inisiatif kami sendiri sebagai pekerja. Tidak ada kaitannya dengan pihak kontraktor, kepala puskesmas, maupun institusi kesehatan. Kami melakukan ini atas dasar kebersamaan, untuk melepas lelah setelah bekerja,” ujar Abai saat memberikan klarifikasi.
Ia juga mengakui bahwa dalam acara tersebut terdapat minuman keras yang dibeli secara patungan oleh para pekerja. Menurutnya, hal tersebut merupakan kekeliruan besar yang tidak semestinya terjadi, terlebih lokasi acara berada di lingkungan fasilitas kesehatan.
“Atas kejadian ini, saya secara pribadi dan mewakili rekan-rekan pekerja menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Perbuatan ini seharusnya tidak kami lakukan di tempat ini,” ungkapnya.

Permohonan maaf tersebut disampaikan secara terbuka kepada masyarakat Desa Latowu, masyarakat Kolaka Utara secara umum, serta kepada pemerintah daerah dan pihak kepolisian.
“Kami menyadari kesalahan kami dan siap menerima segala konsekuensi serta evaluasi dari pihak berwenang,” tambah Abai.
Sementara itu, kontraktor pembangunan Puskesmas Latowu, H. Aminuddin, juga memberikan klarifikasi dan membantah keterlibatan dirinya dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui adanya acara perayaan tahun baru, apalagi keberadaan minuman keras di lokasi tersebut.
“Saya benar-benar tidak tahu menahu soal minuman keras dan acara itu. Kalau saya tahu, tentu tidak akan saya izinkan. Namun sebagai pihak yang terlibat di lokasi proyek, saya tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat,” ujar Aminuddin.
Ia juga mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan terhadap para pekerja di luar jam kerja dan berjanji akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Puskesmas Latowu, Elisa Sakke. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya kegiatan perayaan tersebut dan tidak terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaannya.
“Saya tidak mengetahui adanya acara tersebut, dan saya juga tidak tahu bahwa di rumah yang digunakan sebagai mess pekerja terdapat minuman keras. Kegiatan ini di luar sepengetahuan dan tanggung jawab kami sebagai manajemen Puskesmas,” jelas Elisa.
Ia menegaskan bahwa Puskesmas Latowu tetap berkomitmen menjaga marwah dan etika fasilitas kesehatan sebagai tempat pelayanan masyarakat, serta akan mendukung langkah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Viralnya peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga etika dan tanggung jawab, khususnya di lingkungan fasilitas publik. Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dan pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut, termasuk kemungkinan langkah pembinaan administratif terhadap pihak-pihak yang terlibat.
(Musriadi)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















