SUKABUMI – Kondisi jalan kabupaten di Kampung Lewiliang, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan yang dinilai mengkhawatirkan. Kerusakan di sejumlah titik dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan, terutama saat musim penghujan.
Faisal (35), salah seorang warga Desa Parakanlima yang sehari-hari menggunakan akses tersebut, berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui dinas terkait segera melakukan pengecekan langsung dan memprioritaskan perbaikan, khususnya pada titik-titik jalan yang kondisinya paling parah.
Menurut Faisal, jalan tersebut merupakan akses jalan kabupaten yang menghubungkan wilayah Pangleseran menuju Jampang Tengah. Jalan itu juga menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat di kawasan sekitar, termasuk wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Gunungguruh.
“Sebagai warga, khususnya yang tinggal di Kampung Lewiliang, saya cukup khawatir melihat kondisi jalan sekarang. Banyak bagian jalan yang sudah tidak layak dilewati dan dikeluhkan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut,” ujar Faisal, selasa (20/10/2026)
Ia menyebutkan, kerusakan jalan secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar dua kilometer. Selain permukaan jalan yang rusak, terdapat pula bagian gorong-gorong di dekat permukiman warga yang mengalami kerusakan hingga berlubang.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan setelah kawasan itu terdampak musim hujan. Menurutnya, kerusakan pada bagian tertentu diduga berkaitan dengan minimnya pemeliharaan sehingga mengakibatkan longsor.
Ia menjelaskan, bagian yang terdampak longsor memang sempat mendapatkan penanganan. Namun, perbaikan tersebut dinilai masih bersifat sementara dan belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
“Memang sudah ada perbaikan di bagian yang longsor, tetapi sifatnya belum permanen. Hanya ditangani sementara, sehingga kami berharap ada penanganan lebih serius dari pemerintah,” ungkapnya.
Faisal mengatakan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga adalah belum adanya perbaikan menyeluruh yang diketahuinya sejak 2020. Akibatnya, sejumlah bagian jalan terus mengalami penurunan kondisi dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, mengingat jalan merupakan sarana vital yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Apabila kerusakan dibiarkan, terlebih ketika intensitas hujan meningkat, warga khawatir kondisi jalan akan semakin memburuk dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas.
Karena itu, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan, mengidentifikasi titik-titik kerusakan, serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Faisal memahami bahwa perbaikan seluruh ruas jalan membutuhkan perencanaan dan anggaran. Namun, menurutnya, penanganan awal tetap dapat diprioritaskan pada bagian yang paling membahayakan pengguna jalan.
“Kami berharap pemerintah kabupaten, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, bisa segera mengecek kondisi di lapangan. Kalaupun belum bisa memperbaiki seluruhnya, setidaknya titik-titik yang paling berbahaya dapat diprioritaskan terlebih dahulu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Faisal menilai keberadaan jalan tersebut sangat penting karena menjadi salah satu akses penghubung bagi masyarakat menuju wilayah Jampang Tengah dan kawasan sekitarnya.
Kondisi infrastruktur yang baik dinilai akan mendukung kelancaran aktivitas warga, baik untuk kepentingan pekerjaan, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi sehari-hari.
Ia berharap aspirasi masyarakat Kampung Lewiliang mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, sehingga perbaikan jalan tidak hanya dilakukan ketika kerusakan sudah semakin parah.
“Harapan kami, jalan ini bisa lebih diprioritaskan. Kami ingin ada peninjauan langsung dan pemeliharaan yang serius agar masyarakat bisa menggunakan jalan dengan aman, terutama saat musim penghujan,” pungkasnya.
Warga berharap langkah konkret dari pemerintah daerah segera dilakukan agar kerusakan jalan kabupaten di Kampung Lewiliang tidak terus berlarut-larut dan akses masyarakat tetap dapat digunakan dengan layak.
(Ade Saepul)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










