SUKABUMI – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Sukabumi, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikembar menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran lembaga keagamaan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cikembar di Aula Kantor Kecamatan Cikembar, Selasa (20/10/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Cikembar, H. Nandang Supriatna, didampingi Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cikembar. Kegiatan ini dihadiri perwakilan berbagai organisasi keagamaan, di antaranya MUI, MWC NU, KTT, UPZ, BKMT, DMI, para pimpinan pondok pesantren, penyuluh agama Islam, serta tokoh agama se-Kecamatan Cikembar.
Kepala KUA Cikembar, H. Nandang Supriatna, mengatakan rakor dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat edaran Bupati Sukabumi mengenai pelaksanaan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2026.
“Alhamdulillah kami telah melaksanakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Hari Santri tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2026. Rakor ini merupakan tindak lanjut surat edaran Bupati terkait pelaksanaan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sukabumi,” ujar Nandang.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa opsi pelaksanaan upacara yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Untuk sejumlah wilayah, upacara dipusatkan di Lapangan GOR Korpri Cisaat, sementara wilayah lainnya melaksanakan kegiatan di masing-masing kecamatan.
Menurutnya, rapat koordinasi ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara ulama dan umara serta mempererat hubungan dengan pondok pesantren dan lembaga keagamaan yang ada di Kecamatan Cikembar.
“Pemerintah Kecamatan Cikembar telah memfasilitasi pelaksanaan rapat koordinasi untuk menyukseskan Hari Santri Nasional. Tujuannya agar terjalin kebersamaan, kekompakan, dan sinergitas antara umara, ulama, serta seluruh elemen pesantren dan organisasi keagamaan,” katanya.
Dalam rapat tersebut turut hadir unsur Forkopimcam, Kapolsek, Danramil, pimpinan lembaga keagamaan, kepala unit kerja organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat kecamatan, BKMT, MUI, serta para tokoh agama.
Hasil rapat menyepakati bahwa Kecamatan Cikembar akan mengikuti pelaksanaan upacara sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Seluruh potensi keagamaan di wilayah tersebut akan dikerahkan, termasuk para pimpinan pondok pesantren beserta santri, organisasi keagamaan, dan unsur masyarakat lainnya.
“Insya Allah kami akan mengerahkan seluruh potensi yang ada di Kecamatan Cikembar, khususnya pimpinan pondok pesantren dan para santri, termasuk seluruh unsur keagamaan untuk mengikuti kegiatan Hari Santri Nasional,” ungkapnya.
Nandang menambahkan, peserta dari Kecamatan Cikembar direncanakan berangkat secara bersama-sama menuju lokasi kegiatan dengan titik kumpul di lingkungan kantor kecamatan.
“Pada hari pelaksanaan nanti, seluruh peserta akan berkumpul sejak pagi di lingkungan kecamatan untuk kemudian berangkat bersama menuju lokasi upacara dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pihaknya berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 dapat berlangsung khidmat, tertib, dan menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan pondok pesantren dapat memastikan peringatan Hari Santri Nasional berjalan lancar serta semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kecamatan Cikembar,” pungkasnya.
(Ade Saepul)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










