Polsek Kubu Tanam Jagung Sistem Tumpang Sari 4 Hektar di Teluk Nilap, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Rokan Hilir, 22 Mei 2026 – Polsek Kubu Polres Rokan Hilir terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya di sektor ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman jagung pipil Kuartal II Tahap I Tahun 2026 di lahan seluas kurang lebih 4 hektar di Jalan Tap 3 Ujung Parit, Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Jumat (22/05/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kegiatan penanaman kali ini mengusung sistem tumpang sari, yakni metode penanaman jagung di sela-sela tanaman kelapa sawit. Pola tanam tersebut dinilai efektif untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif, meningkatkan hasil pertanian, sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat petani.

Kegiatan berlangsung penuh semangat kebersamaan dan gotong royong. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas Kepenghuluan Teluk Nilap Jaya AIPDA Dedi Irawan, Bhabinkamtibmas Pulau Halang BRIPKA Saparudin, serta perwakilan Kelompok Tani Ujung Parit, Bapak Boiran.

Di lapangan, para petani dan personel pendamping juga menghadapi tantangan berupa curah hujan yang masih rendah dan tidak merata. Kondisi tersebut menyebabkan tanah cukup kering dan minim pasokan air, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman apabila tidak diantisipasi dengan penyediaan sumber air yang memadai. Namun demikian, semangat petani untuk terus mengelola lahan tetap tinggi demi keberhasilan program ketahanan pangan ini.

Program strategis ini bertujuan memperkuat ketersediaan pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Selain itu, pemanfaatan lahan secara optimal diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Kapolsek Kubu menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah mencapai swasembada pangan nasional tahun 2026.

“Kami terus berkolaborasi dengan kelompok tani dan instansi terkait untuk memaksimalkan hasil pertanian masyarakat, termasuk melalui penerapan sistem tumpang sari agar setiap lahan potensial dapat dimanfaatkan secara optimal. Program ini akan terus kami kawal secara rutin agar memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga serta menjaga stabilitas pangan dan harga di tingkat petani,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mengambil peran dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Dengan pendampingan dan monitoring yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan tanaman jagung yang ditanam dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

(RZ)

BACA JUGA

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments