CISARUA – Suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan begitu terasa di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Tahun ini, pemerintah desa bersama warga merasakan kebersamaan melalui serangkaian kegiatan besar yang berurutan sejak awal bulan Agustus, mulai dari pesta rakyat, turnamen sepak bola pordes, penobatan pemain terbaik, giat Saba Desa di Kampung Ramah Lingkungan, hingga puncaknya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah pada Selasa pagi (9/9) di halaman Kantor Desa Kopo.
Rangkaian acara ini bukan hanya menjadi hiburan, melainkan juga momentum penting dalam membangun semangat gotong royong, memperkuat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian masyarakat adalah turnamen sepak bola pordes yang digelar di Lapangan Sas Desa Tugu Utara. Desa Kopo berhasil keluar sebagai juara sekaligus melahirkan pemain terbaik, sebuah pencapaian yang semakin membangkitkan kebanggaan warga.
Tak hanya olahraga, Desa Kopo juga menyelenggarakan Saba Desa yang digagas oleh karang taruna kecamatan Cisarua, di Kampung Ramah Lingkungan. Kegiatan ini mengajak warga menjaga kelestarian alam, menanam pohon, membersihkan lingkungan, serta mendaur ulang sampah rumah tangga.



Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan, menegaskan bahwa semua kegiatan ini bagian dari komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan desa yang berdaya, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Kami ingin seluruh warga memiliki kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan, menumbuhkan rasa ingin memiliki serta guyub terhadap lingkungan desa, karena itu adalah warisan berharga untuk anak cucu kita,” ujar Wiwin, saat di temui di kantornya, Selasa, (9/9).

Puncak rangkaian acara ditandai dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Kegiatan ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, hingga daging ayam.
Sejak Selasa pagi, halaman kantor desa sudah dipadati antrean warga. Banyak yang datang membawa kantong belanja besar, berharap bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih ringan dibanding pasar.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu kami, terutama di tengah kondisi harga kebutuhan yang terus naik,” ungkap Neni seorang ibu rumah tangga dengan wajah gembira setelah membeli beras dan minyak goreng.



Seluruh rangkaian kegiatan mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat. Mereka merasa bukan hanya terhibur, tetapi juga terbantu secara nyata. Kehadiran pemerintah desa melalui acara-acara tersebut dianggap sebagai bukti kepedulian terhadap kesejahteraan warganya.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga sebagai bentuk perhatian pemerintah desa kepada masyarakat. Kami berharap tradisi positif seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” tambah Wiwin Wildan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dipupuk, Wiwin berharap Desa Kopo akan semakin dikenal sebagai desa yang aktif, ramah lingkungan, dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakatnya. Kehangatan yang terjalin dari pesta rakyat hingga pangan murah mencerminkan bahwa gotong royong dan persaudaraan masih menjadi kekuatan utama di desa ini.
Reporter: Kang Nuy
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















