BOGOR – Kabar membanggakan datang dari Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Usaha peternakan yang dikelola di bawah program Ketahanan Pangan Desa Tugu Utara mencatatkan keberhasilan gemilang setelah seluruh hewan ternak yang tersedia, sebanyak 21 ekor sapi, berhasil terjual habis menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata tingginya minat masyarakat terhadap produk peternakan yang dikelola secara mandiri oleh warga desa.
Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun Nawawi, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya saat ditemui di kantor desa, Senin (25/5). Menurutnya, antusiasme pasar yang diterima jauh melampaui ekspektasi awal, bahkan jangkauan pembeli kini sudah meluas hingga ke luar wilayah Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, 21 ekor sapi yang kami siapkan semuanya laku terjual habis. Yang membanggakan, pangsa pasar kita ternyata sudah sangat luas. Pembeli tidak hanya datang dari warga sekitar atau kecamatan tetangga, tapi ada yang datang dari daerah luar Bogor, bahkan kami mendapat peminat dari kalangan perusahaan. Ini menjadi bukti bahwa kualitas dan kepercayaan terhadap hasil ternak desa kita sudah diakui lebih luas,” ungkap Asep Ma’mun Nawawi.
Kades menjelaskan bahwa kesuksesan pemasaran ini tidak lepas dari strategi sederhana namun efektif yang diterapkan tim pengelola. Selain mengandalkan kepercayaan dan nama baik yang sudah terbangun di masyarakat selama ini, promosi secara rutin melalui berbagai platform media sosial desa Tugu Utara juga berperan besar dalam menarik perhatian pembeli dari luar wilayah.
“Strategi kami sederhana saja, kami rajin mempromosikan di media sosial Desa Tugu Selatan dan menjaga kualitas serta kepercayaan. Ternyata cara ini sangat efektif dan membawa dampak positif yang besar bagi pemasaran kami,” tambahnya.
Merujuk pada hasil yang memuaskan ini, Asep Ma’mun Nawawi mengaku semakin optimis untuk terus mengembangkan dan memperkuat program ketahanan pangan di wilayahnya. Ia menuturkan sudah menyiapkan rencana pengembangan jangka panjang, dimulai dari perluasan lahan dan kandang peternakan yang ada saat ini.
“Ke depannya kami berencana memperluas lahan dan kandang yang ada. Target kami, kapasitas kandang akan ditingkatkan agar mampu menampung jumlah hewan yang lebih banyak lagi. Kami menargetkan penambahan kapasitas hingga mencapai 27 sampai 30 ekor untuk setiap periode pemeliharaan ke depan,” papar Kades.
Lebih lanjut, Asep Ma’mun menjelaskan bahwa dalam pengembangan usaha ini, pihaknya melalui tim Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Barokah lebih memfokuskan pengembangan pada ternak besar seperti sapi dan kambing dibandingkan ternak unggas seperti ayam. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang terkait kemudahan pemeliharaan dan keamanan usaha.
“Kami lebih memfokuskan sekitar 60% pengembangan usaha pada ternak sapi dan kambing. Alasannya, pemeliharaan sapi dan kambing dinilai lebih aman, sederhana, dan tidak terlalu rumit jika dibandingkan beternak ayam. Beternak ayam memerlukan perhatian ekstra, mulai dari vaksinasi, jenis pakan khusus, hingga perawatan harian yang sangat ketat. Kami ingin usaha ini berjalan berkelanjutan dengan risiko yang bisa dikelola dengan baik oleh warga,” jelasnya.
Hasil keuntungan yang didapat dari penjualan kali ini pun dirasa sangat memuaskan dan menjadi penyemangat bagi seluruh anggota kelompok ternak yang terlibat. Salah satu anggota tim yang ditemui mengaku sangat bersyukur atas hasil yang diraih. “Untung lah, benar-benar. Masih banyak lah keuntungannya. Kami sangat bersemangat,” ujarnya dengan gembira.
Keberhasilan Program Ketahanan Pangan di Desa Tugu Utara ini menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan potensi desa yang tepat sasaran dapat memberikan dampak ekonomi yang besar dan berkelanjutan bagi masyarakat.
(Kang Nuy)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


