Bogor – Aksi unjuk rasa di depan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, cukup unik, Senin (21/9/2026). Ratusan warga memotong kambing, bakar sate, dan menggelar ritual ruwatan.
Aksi ratusan massa gabungan Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) dan Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bogor Raya ini untuk mengungkapkan rasa syukur atas ditangkapnya para mafia tanah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus mengusir hantu-hantu mafia tanah khususnya di lereng Gunung Salak.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 14 September 2026 yang berkaitan dengan dugaan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor. KPK kemudian menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara tersebut.
“Kami menggelar aksi ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas tertangkapnya orang-orang zalim yang selama ini membodohi rakyat Kabupaten Bogor,” ujar Ketua HPPMI Bogor, Yusuf Bachtiar.
Yusuf juga menyampaikan harapannya agar pimpinan ATR/BPN Kabupaten Bogor berikutnya dapat menjalankan tugas secara amanah dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Mudah-mudahan pimpinan BPN ke depan memprioritaskan rakyat, petani, dan penggarap, bukan korporasi. Kedua, kami berharap KPK juga segera mengungkap dugaan korupsi dalam kasus SHGB PT BSS yang juga melibatkan politisi Fahd A Rafiq,” tegas Yusuf. (Nuy)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










