Menu Tutup

Warga Teluk Piyai Pesisir Kecewa: Kenapa PLN Matikan Arus Listrik Tepat Waktu Magrib?

KUBU – Warga di wilayah Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan pemadaman listrik yang dilakukan PT PLN (Persero). Pasalnya, pemadaman arus listrik kerap terjadi tepat saat waktu Magrib dan berlangsung hingga lewat waktu Isya, momen yang dianggap paling sibuk dan krusial bagi masyarakat.

Kekecewaan ini disampaikan secara langsung oleh tokoh masyarakat setempat, Edi Ahmad, saat berbincang di salah satu rumah makan di sekitar Simpang PU, Kepenghuluan Teluk Piyai Pesisir, Jumat malam (22/5). Menurutnya, jadwal pemadaman yang jatuh pada waktu Magrib sangat tidak tepat sasaran dan sangat mengganggu aktivitas warga.

“Kami sangat kecewa. Kenapa harus waktu Magrib arus listrik dimatikan? Padahal waktu Magrib itu adalah waktu yang paling sibuk bagi kami. Waktu untuk beribadah, waktu para ibu menyiapkan makan malam untuk keluarga, dan berbagai aktivitas lainnya. Tapi pihak PLN seolah semaunya sendiri mematikan arus, sehingga seluruh wilayah kami mendadak gelap gulita,” ungkap Edi Ahmad dengan nada kesal.

Edi menilai, jadwal pemadaman seperti itu sama sekali tidak sesuai dengan kebutuhan dan ritme kehidupan masyarakat setempat. Ia berpendapat, jika memang harus dilakukan pemeliharaan atau pemadaman arus, waktu yang dipilih seharusnya tidak mengganggu aktivitas utama warga.

“Kami berharap kepada pihak PLN, tolong jangan lagi mematikan arus listrik pada malam hari, apalagi saat Magrib. Kalau memang harus ada pemadaman atau perbaikan, lakukan saja pada siang hari, saat aktivitas tidak terlalu padat dan cahaya matahari masih ada. Jangan di jam-jam krusial seperti ini, sangat menyusahkan kami semua,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Salman, warga Teluk Piyai Pesisir lainnya. Ia mengaku bingung dan terganggu dengan kebijakan pemadaman yang berulang kali terjadi di jam yang sama. Menurutnya, waktu Magrib adalah momen persiapan dan berkumpulnya anggota keluarga di rumah.

“Waktu Magrib itu sibuk-sibuknya. Ada yang mau mandi, mau makan, ada keperluan mendadak, dan banyak lagi. Tapi setiap kali jam itu tiba, listrik malah mati. Kami jadi bingung dan kesulitan beraktivitas. Kami memohon agar PLN mengevaluasi kembali jadwal pemadaman ini. Jangan matikan listrik lagi di waktu Magrib, itu harapan seluruh warga di sini,” keluh Salman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari manajemen PLN Unit Layanan atau Area Rokan Hilir terkait keluhan dan permintaan masyarakat Teluk Piyai Pesisir ini. Warga berharap suaranya didengar dan ada penyesuaian jadwal demi kenyamanan bersama.

(Ulil Amri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *