TAPANULI UTARA — Kehadiran dan kedisiplinan Kepala Puskesmas Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Reynold Situmorang, kini menjadi sorotan tajam. Pejabat yang baru saja diberi kepercayaan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas itu diduga kerap tidak berada di tempat tugas pada jam kerja, hal yang dinilai dapat menghambat pengawasan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauan dan kunjungan berulang awak media ke lokasi pada waktu dan hari yang berbeda, sang Kepala Puskesmas berulang kali tidak ditemukan di ruang kerjanya saat jam dinas berlangsung. Setiap kali ditanyakan, para pegawai yang ada di lokasi secara konsisten menyebutkan bahwa beliau sedang berada di luar kantor, tanpa dapat memberikan penjelasan rinci maupun kepastian mengenai keberadaannya.
“Pak Kapus tidak ada di kantor,” ujar seorang pegawai yang ditemui di ruang kerja, tanpa menjelaskan tujuan maupun lokasi keberadaan sang kepala puskesmas.
Pada kunjungan kesempatan lain, informasi serupa kembali diperoleh. “Kapus sudah keluar dari kantor, mungkin ke lapangan atau ke Dinas Kesehatan,” kata seorang pegawai lainnya di ruang tunggu puskesmas.
Dugaan ketidakhadiran yang berulang itu diperkuat oleh keterangan seorang sumber di lingkungan puskesmas yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurut informasi yang diterima, Kepala Puskesmas disebut cukup sering meninggalkan kantor tanpa kejelasan tugas, bahkan kerap tidak memimpin apel pagi dengan alasan keterlambatan. Kondisi ini dikabarkan terjadi rata-rata hingga dua kali dalam satu pekan.
“Kalau kepala puskesmas sering tidak berada di kantor, tentu pengawasan terhadap staf dan pelayanan kepada masyarakat perlu menjadi perhatian serius. Bagaimana pelayanan bisa berjalan baik jika pimpinan tidak ada di tempat untuk mengoordinasikan dan mengawasi jalannya tugas harian,” ungkap sumber tersebut.
Kehadiran pimpinan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat dasar menjadi hal yang sangat krusial. Selain berfungsi memastikan koordinasi antar-bagian dan pengawasan terhadap seluruh tenaga kesehatan dan staf, keberadaan kepala puskesmas juga menjadi cerminan komitmen terhadap kualitas pelayanan yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Sorotan ini muncul justru di tengah komitmen dan optimisme yang disampaikan Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kabupaten. Jika dugaan ketidakdisiplinan ini terbukti benar, maka dinilai bertentangan dengan arahan dan harapan pimpinan daerah, serta berpotensi menghambat upaya perbaikan tata kelola di tingkat puskesmas.
Masyarakat dan pengamat pun meminta Bupati bersama Wakil Bupati Tapanuli Utara untuk bersikap tegas dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja serta kedisiplinan seluruh pimpinan fasilitas kesehatan. Mereka yang dinilai tidak mendukung kebijakan, kurang memahami tugas pokok dan fungsi, serta tidak menjaga kedisiplinan dinas, diharapkan segera ditindaklanjuti demi memperkuat pelayanan yang berkeadilan dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya berulang kali meminta tanggapan dan konfirmasi langsung kepada Kepala Puskesmas Sipahutar, Reynold Situmorang, terkait dugaan ketidakhadiran dan ketidakdisiplinan tersebut. Namun belum ada tanggapan resmi yang diterima dari pihak yang bersangkutan.
Media ini tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi Kepala Puskesmas Sipahutar maupun pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara untuk menyampaikan klarifikasi, penjelasan, maupun hak jawab guna melengkapi fakta dan memberikan keterangan yang berimbang kepada publik.
(Eduard JP Hutapea)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










