SUKABUMI – Pemerintah Desa (Pemdes) Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, bergerak cepat menangani krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di desa tersebut. Melalui armada truk tangki, Pemdes menyalurkan bantuan air bersih langsung kepada warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Menyusutnya sumber mata air dan mengeringnya sumur warga menyebabkan kebutuhan air bersih masyarakat terganggu. Kondisi ini terutama dirasakan warga di Dusun Bojong Kaler dan Dusun Bungur Pandak yang kini mengandalkan pasokan air bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya.
Kepala Dusun Bojong Kaler, Irwan Rustandi (40), mengatakan pendistribusian air bersih difokuskan pada titik-titik permukiman yang paling terdampak krisis air.
“Kebutuhan air bersih merupakan hal yang sangat esensial. Kami dari Pemerintah Desa berupaya maksimal mendatangkan pasokan air melalui armada tangki agar warga tidak semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Irwan, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya, hingga saat ini Pemdes Bojong terus menyalurkan air bersih yang bersumber dari sumur bor desa. Namun keterbatasan armada membuat distribusi baru dapat dilakukan setiap dua hari sekali.
“Alhamdulillah, atas arahan Pak Kepala Desa, kami tetap berupaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, khususnya di Kedusunan Bojong Kaler dan Bungur Pandak,” katanya.
Irwan menjelaskan, selain bantuan dari pemerintah desa, sebelumnya warga juga telah menerima bantuan air bersih dari berbagai pihak, di antaranya BPBD, Tim Jabar Istimewa, Yonif TP, serta PDI Perjuangan. Bahkan Kepala Desa Bojong telah mengajukan permohonan bantuan kepada sejumlah instansi terkait untuk membantu mengatasi persoalan kekeringan yang terjadi.
Ia menambahkan, wilayah Bojong Kaler hingga saat ini belum memiliki sumur bor. Meski usulan pembangunan telah diajukan sejak beberapa tahun lalu, realisasinya belum terlaksana. Sementara itu, sebagian besar sumur milik warga kini mengalami kekeringan.
“Untuk wilayah Bojong Kaler saat ini belum ada sumur bor. Sumur warga banyak, tetapi sekarang kondisinya kering akibat musim kemarau,” ungkapnya.
Terkait distribusi air, Irwan meminta masyarakat bersabar karena armada yang digunakan merupakan kendaraan milik swasta yang harus disesuaikan dengan jadwal operasional pemilik kendaraan.
“Pengiriman dilakukan pada malam hari, mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Untuk Bojong Kaler, distribusi setiap dua hari sekali menghabiskan sekitar tujuh tangki air, sedangkan Bungur Pandak membutuhkan dua tangki,” jelasnya.
Ia menyebutkan, dari seluruh wilayah Desa Bojong, dua dusun tersebut menjadi kawasan yang paling terdampak kekeringan. Sementara dusun lainnya masih dapat memanfaatkan sumber air dari aliran sungai maupun sumur-sumur di area persawahan.
Agar penyaluran berjalan tertib dan merata, Pemdes Bojong berkoordinasi dengan para ketua RT/RW serta kepala dusun setempat. Distribusi air dilakukan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan guna menghindari penumpukan warga dan memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan bantuan.
Pemdes Bojong berharap kondisi cuaca segera membaik dan pasokan air bersih dapat kembali normal. Sementara itu, pemerintah desa terus berupaya menjaga ketersediaan air bagi warga hingga musim kemarau berakhir.
(Ade Saepul)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










