Tak Hanya Menunggu Bantuan, Karang Taruna Tohaga upayakan Langkah Nyata Bantu Warga Bertahan di Rumah Rusak

CARINGIN — Musim penghujan yang masih berlangsung di wilayah Kabupaten Bogor terus membawa dampak bagi sejumlah warga. Salah satunya dialami oleh Adang, warga Kampung Curugkalong RT 002/RW 005 Desa Tangkil, Kecamatan Caringin. Rumah tempat tinggalnya mengalami kerusakan parah setelah diguyur hujan deras pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Dari hasil peninjauan lapangan, bagian atap sebagian roboh, struktur dinding retak-retak, dan puing-puing material berserakan di dalam ruangan. Yang membuat kondisi semakin mendesak, bangunan sederhana itu dihuni oleh dua keluarga sekaligus. Keberadaan sisa material yang runtuh setiap saat membuat aktivitas sehari-hari penghuni menjadi terganggu dan berisiko membahayakan keselamatan.

Hingga saat ini, Adang beserta keluarganya masih bertahan menempati rumah yang rusak tersebut. Sebagai buruh serabutan, penghasilan yang diterimanya belum memadai untuk menyewa atau mengontrak tempat tinggal sementara lainnya. Keterbatasan ekonomi inilah yang membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain tetap berada di hunian yang kondisinya semakin memburuk di tengah musim hujan.

Dua hari setelah kejadian, tepatnya pada Sabtu, 31 Oktober 2026, Ketua Karang Taruna Tohaga Desa Tangkil, Burdahudin, bersama beberapa anggota mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi warga. Di lokasi, ia menyaksikan sendiri keprihatinan penghuni yang harus bertahan di tengah hunian yang sudah tidak layak.

Burdahudin tidak hanya melaporkan kondisi tersebut dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tangkil serta pihak BPBD. Menyadari adanya jeda proses administrasi penanganan dari instansi resmi, sekaligus keterbatasan yang dialami keluarga Adang, ia mengambil langkah tambahan: berinisiatif membuka penggalangan bantuan sukarela, setelah terlebih dahulu mendapatkan izin dari pemilik rumah.

“Kami menghargai langkah yang sedang disiapkan pemerintah dan BPBD, kami sudah berkoordinasi dengan mereka. Namun kami tahu setiap bantuan resmi memiliki tahapan dan waktu yang tidak bisa dipaksakan. Sementara itu, Bapak Adang dan keluarganya belum mampu menyewa tempat lain, dan hujan bisa datang kapan saja. Kami tidak ingin hanya berpangku tangan. Atas izin pemilik rumah, kami coba mengajak masyarakat berbagi bantuan sukarela untuk perbaikan darurat. Bukan untuk menggantikan tugas pemerintah, melainkan menjadi jembatan cepat meringankan beban warga,” ujar Burdahudin.

Sebelumnya, tim Pemerintah Desa Tangkil bersama perwakilan BPBD juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan meninjau kerusakan. Pihak desa menyatakan akan terus memantau kondisi serta berupaya mengajukan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Pihak keluarga menyambut baik inisiatif Karang Taruna Tohaga. Mereka berharap penggalangan bantuan ini dapat berjalan secara transparan, perbaikan darurat segera terlaksana, dan kedua keluarga dapat kembali menempati hunian yang aman sebelum hujan deras datang kembali.

Hingga berita ini diterbitkan, penggalangan bantuan masih berlangsung secara sukarela, dan pihak Karang Taruna berkomitmen untuk menyampaikan laporan perkembangan kepada pemilik rumah, warga, dan Pemerintah Desa Tangkil.

(Awaludin)


Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

BACA JUGA

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Recent Comments