BOGOR – Kondisi memprihatinkan dialami Amin, warga RT 03/RW 09 Kampung Lengis, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Pria yang hidup sebatang kara itu harus bertahan di rumah yang sebagian atapnya telah jebol dan rawan ambruk, sementara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ia hanya mengandalkan upah sebagai penggali kubur.
Penghasilan yang tidak menentu membuat Amin kerap kesulitan mendapatkan makanan. Bahkan, ia mengaku sering menjalani hari-hari dengan kondisi serba kekurangan.
“Saya hidup sebatang kara. Untuk bertahan hidup, saya hanya mengandalkan pekerjaan menggali kuburan, itu pun kalau ada. Untuk makan saja, saya terkadang sehari makan, sehari tidak,” ujar Amin, Jumat.
Selain menghadapi tekanan ekonomi, Amin juga tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan. Sejumlah bagian atap bangunan telah rusak akibat dimakan usia, sehingga saat hujan turun air dengan mudah masuk ke dalam rumah.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ciadeg, Ujang. Menurutnya, Amin merupakan salah satu warga yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Kondisi ekonomi Pak Amin memang memprihatinkan. Kami berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan,” kata Ujang.
Sementara itu, Kepala Desa Ciadeg, Wahyu, menjelaskan bahwa pemerintah desa sebelumnya telah melakukan peninjauan ke lokasi dan memberikan bantuan awal untuk meringankan beban Amin.
“Pihak desa sudah meninjau lokasi sekitar dua bulan lalu dan memberikan bantuan berupa kompor serta penanak nasi,” ujar Wahyu.
Meski telah menerima bantuan peralatan rumah tangga, kebutuhan dasar Amin dinilai masih belum terpenuhi secara optimal. Ketersediaan bahan pangan harian dan kondisi rumah yang tidak layak huni masih menjadi persoalan utama yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Warga berharap instansi terkait, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Bogor, dapat segera melakukan pemeriksaan lapangan guna memastikan Amin memperoleh haknya sebagai warga yang membutuhkan bantuan sosial. Selain itu, verifikasi untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga dinilai penting agar tempat tinggal yang ditempatinya dapat segera diperbaiki.
Kisah Amin menjadi potret masih adanya warga yang hidup dalam keterbatasan di tengah masyarakat. Berbagai pihak berharap langkah cepat dan konkret dapat dilakukan agar kebutuhan dasar serta kelayakan tempat tinggalnya segera terpenuhi.
Redaksi: Masyarakat yang memiliki kemampuan dan kepedulian sosial juga diimbau dapat bergotong royong membantu warga yang membutuhkan sambil menunggu langkah penanganan dari pemerintah dan instansi terkait.
(Robi)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










