CARINGIN — Di Kampung Selaawi RT 001/RW 001, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, KRL Oksigen membuktikan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan tanpa sekadar memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain. Melalui sistem pengelolaan yang disiplin dan inovatif, kelompok ini mencapai satu pencapaian luar biasa: tidak ada volume sampah yang terbuang sia-sia.
Ketua KRL Oksigen, Arys, menegaskan bahwa prinsip utama yang dijalankan bukan sekadar mengurangi sampah, melainkan memastikan setiap limbah memiliki kegunaan baru.
“Terhadap pengelolaan, baik pekerja maupun warga, kami terapkan yang namanya disiplin. Fokus kami pada pengelolaan sampah — bagaimana tidak meninggalkan bekas. Karena kami bukan hanya fokus pada sampahnya saja, tapi bagaimana sampah tersebut bisa menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan kembali. Tidak ada volume sampah yang terbuang,” ujar Arys.
Penerapan kedisiplinan mencakup ketepatan waktu penyerahan sampah, ketelitian pemilahan, serta kesungguhan dalam pengolahan. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang digunakan untuk menyuburkan tanaman dan menghijaukan lingkungan sekitar. Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai, seperti plastik, kertas, dan logam, dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali — baik dijual kembali maupun diubah menjadi barang berguna.



Hasilnya, sistem ini menutup rantai pembuangan. Apa yang tadinya dianggap limbah, kini berubah menjadi sumber manfaat. Warga pun semakin sadar bahwa memilah sampah sejak di rumah adalah langkah awal menuju lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Semangat KRL Oksigen membuktikan: dengan disiplin dan kreativitas, lingkungan bersih bukan sekadar angan, melainkan kenyataan yang bisa diwujudkan bersama.
Harapan Agar Pengelolaan Semakin Maksimal
Di tengah pencapaian tersebut, Arys juga menyampaikan harapan agar upaya yang dilakukan dapat didukung lebih lanjut. Meski mesin penggerak sudah tersedia, kelompoknya belum memiliki mesin pencacah atau crusher penghancur botol plastik yang sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan pengolahan sampah anorganik di wilayahnya.
“Untuk mesin penggerak sebenarnya kami sudah memiliki, namun yang belum kami miliki adalah mesin pencacah atau penghancur botol plastik. Mudah-mudahan dinas terkait memperhatikan harapan kami ini, agar pengelolaan sampah di wilayah kami dapat berjalan lebih maksimal lagi,” harap Arys.
Semoga langkah nyata dan semangat warga ini senantiasa mendapat dukungan, sehingga konsep kampung ramah lingkungan yang sudah terbangun dapat berjalan semakin optimal dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lainnya.
(AWALUDIN)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










