Desa Ciherang Jalankan 11 Program Bankeu Akselerasi 2025–2026

BOGOR – Pemerintah Desa Ciherang, Kabupaten Bogor, melaksanakan 11 kegiatan melalui Program Bantuan Keuangan (Bankeu) Akselerasi Tahun Anggaran 2025–2026. Pada tahap pertama, sebanyak 10 kegiatan telah berjalan, meliputi pembangunan infrastruktur serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Salah satu pekerjaan fisik yang tengah dilaksanakan adalah pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di bantaran Sungai Ciapus, RW 12. Dari total volume pekerjaan 376,56 meter kubik, pada tahap pertama telah terealisasi sebanyak 118,35 meter kubik.

Selain pembangunan infrastruktur, Desa Ciherang juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, di antaranya Dayeuh Pajajaran, Gerakan Pangan Murah (GPM) dan digitalisasi data desa, program Satu Sarjana Satu Desa, peningkatan sarana penunjang Dayeuh Pajajaran, BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, Desa Siaga Kesehatan untuk penanganan tuberkulosis, Kampung Keluarga Berkualitas, serta penguatan lembaga kemasyarakatan guna mendukung perkembangan UMKM desa.

Program unggulan Dayeuh Pajajaran yang berlokasi di RW 05 menjadi salah satu fokus pengembangan desa. Program ini mencakup enam kegiatan, yakni pembangunan gapura, pos keamanan lingkungan, pemugaran kawasan bernuansa budaya Sunda, pemasangan marka jalan, penerangan jalan umum tenaga surya, serta penataan dan pengelolaan sampah sepanjang 560 meter.

Perangkat Desa Ciherang menjelaskan, Dayeuh Pajajaran dirancang tidak hanya sebagai program penataan lingkungan, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis budaya.

“Dayeuh Pajajaran bukan sekadar penataan lingkungan, tetapi kita bangun untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Harapannya lahir destinasi wisata baru sehingga UMKM lokal memiliki ruang pemasaran yang lebih luas,” ujarnya.

Konsep kawasan ini mengedepankan kearifan lokal Sunda melalui penggunaan ornamen budaya asli. Penerangan jalan menggunakan lampu tenaga surya berbentuk lampion yang tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga hemat energi dan ramah lingkungan. Ke depan, kawasan tersebut juga akan dilengkapi taman terbuka hijau dan fasilitas olahraga masyarakat.

Tidak hanya fokus pada penataan kawasan wisata, Dayeuh Pajajaran juga mengembangkan sistem pengelolaan sampah modern melalui fasilitas TPS 3R. Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan melalui teknologi biopori, sementara sampah anorganik seperti plastik akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Pemerintah desa bahkan menargetkan pengolahan sampah plastik dapat menghasilkan material bangunan maupun bahan bakar alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani.

Selain pembangunan fisik, program ini juga terintegrasi dengan kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas yang mendorong masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan melalui pendataan dan pembaruan dokumen secara berkala.

Sementara itu, program Satu Sarjana Satu Desa di Desa Ciherang saat ini diikuti empat peserta. Tiga di antaranya merupakan masyarakat umum yang menggantikan posisi perangkat desa karena ketentuan batas usia maksimal peserta 45 tahun. Seluruh peserta telah ditempatkan dan mulai menjalankan tugasnya.

Meski demikian, pemerintah desa mengakui masih menghadapi tantangan, terutama pada pelaksanaan kegiatan nonfisik seperti digitalisasi data desa dan Kampung Keluarga Berkualitas yang membutuhkan sosialisasi, bimbingan teknis, verifikasi, serta pendataan secara menyeluruh kepada masyarakat.

Untuk mengantisipasi keterlambatan, pemerintah desa terus melakukan percepatan agar progres pembangunan fisik mencapai minimal 70 persen pada 25 Oktober 2026 sehingga pengajuan pencairan tahap kedua dapat dilakukan tepat waktu.

Pemerintah Desa Ciherang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas dukungan yang diberikan melalui Program Bankeu Akselerasi.

“Tahun 2026 anggaran Bankeu meningkat dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar per desa. Bantuan ini sangat membantu percepatan pembangunan desa, mengingat banyaknya desa yang harus dilayani melalui APBD Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Ke depan, pemerintah desa berharap evaluasi program bantuan keuangan tetap berorientasi pada kebutuhan riil masing-masing desa, serta alokasi anggaran dapat terus ditingkatkan guna mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Reporter : Robi
Editor : PalapaTV News


Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

BACA JUGA

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Recent Comments