KPK Bantah OTT di Pemkab Bogor, Ketua FRRAK: Indikasinya Target Awal Bupati

BOGOR — Polemik dugaan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali memanas. 

Meski KPK secara resmi membantah adanya OTT, sejumlah fakta lapangan dan keterangan narasumber memperlihatkan dinamika berbeda.

Ketua Front Rakyat Revolusioner Anti Korupsi (FRRAK) Bogor Raya, Dul Samson, menyebut sejak awal target utama operasi KPK adalah RS, Bupati Bogor.

“Sedari awal target OTT KPK ini indikasinya adalah Bupati Bogor. Namun operasi ini gagal karena tim KPK terlalu cepat melakukan eksekusi,” ujar Dul Samson, Kamis (8/10).

 *KPK Bantah, Tapi Barang Bukti 1,5 M Diamankan* 

KPK menegaskan tidak ada OTT di wilayah Kabupaten Bogor. Namun, lembaga antirasuah itu mengakui telah mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp1,5 miliar serta sejumlah pejabat dan pegawai Pemkab Bogor.

“Tim KPK tidak tinggal diam. Dasar laporan masyarakat dan sejumlah pejabat yang diperiksa mengatakan itu atas instruksi pimpinan,” ungkap Dul Samson.

 *OTT Susulan di Dinas Pendidikan* 

Menurut informasi yang beredar, KPK kembali melakukan OTT di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk melengkapi data yang diperlukan. Operasi ini disebut sebagai bagian dari misi bersandi ‘Sapu Bersih’.

“Tim KPK sudah dapat restu dari Presiden sebelumnya untuk OTT di Pemkab Bogor. Maka langkah ini dilakukan sangat hati-hati, mengingat RS adalah ‘golden boy’-nya Prabowo Subianto,” kata Dul Samson.

 *Tim Khusus Undercover* 

Sumber internal FRRAK menyebutkan, tim khusus KPK yang bekerja secara undercover di gedung lembaga tersebut melaporkan perkembangan operasi kepada pimpinan.

Hingga kini, publik masih menunggu kejelasan resmi dari KPK terkait arah penyelidikan dan status para pejabat yang diamankan.

TIM INFORMASI FRRAK


Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

BACA JUGA

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Recent Comments