Cisarua | Suasana haru, syukur, dan kehangatan kebersamaan menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad ke-28 Pondok Pesantren (Ponpes) Putri Al Mujabin, Kp. Baru Tegal Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu malam. Acara yang digelar berkolaborasi dengan Ikatan Pemuda Baru Tegal (IKPB) ini berlangsung khidmat, memadukan kegiatan keagamaan, penampilan seni santri, serta aksi sosial berupa santunan bagi anak yatim.
Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan tahlil dan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh M. Abdul Mufti selaku qori. Kegiatan kemudian diisi penampilan seni dari para santri putri, sambutan-sambutan dari tokoh masyarakat dan pengurus pondok, serta tausiyah keagamaan. Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan kepada ratusan anak yatim dan dhuafa, diiringi doa bersama agar keberkahan senantiasa menyertai langkah para santri dan seluruh warga masyarakat.



Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua RW H. M. Deden Zaenur, PLT Kepala Desa Cibeureum, Ki Maung (Budayawan), Babinsa Desa Cibeureum, serta perwakilan Karang Taruna.
Dalam sambutannya, H. M. Deden Zaenur menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum mempererat tali persaudaraan dan kepedulian sosial.

“Acara ini bukan hanya peringatan Maulid dan Milad, tetapi juga momentum untuk memperkuat ukhuwah dan kepedulian terhadap anak yatim. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berbagi dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Acara berjalan lancar dan penuh semangat di bawah arahan Ikhsan Zamil yang bertindak sebagai pembawa acara.
Momen kian bermakna dengan hadirnya KH. Muhammad Fu’ad Rifai, pendiri Majelis Riyadhoh dan Sabatin, serta tausiyah yang disampaikan Ki Panah Asmara. Keduanya menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari serta menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Putri Al Mujabin, KH. M. Amin, menyampaikan rasa syukur mendalam atas perjalanan ponpes yang kini genap berusia 28 tahun. Ia menegaskan bahwa pendidikan bagi santri putri menjadi pilar penting dalam membangun generasi yang berakhlak mulia dan berilmu luas.
Tak hanya itu, acara ini juga menjadi momen refleksi bagi Ponpes Putra yang telah menginjak usia ke-104 tahun. Usia yang panjang ini disebut sebagai “waktu yang barokah”, menjadi bukti nyata konsistensi lembaga dalam mendidik generasi bangsa secara turun-temurun.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Seluruh yang hadir berharap keberkahan senantiasa menyertai perjalanan kedua lembaga pendidikan ini, serta semakin banyak pihak yang peduli terhadap kesejahteraan anak yatim dan kemajuan pendidikan santri di wilayah Kp. Baru Tegal dan sekitarnya.
(Nuy)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










