Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara – Ratusan massa menggelar aksi demonstrasi di kantor PT Putra Dermawan Pratama (PDP) dan PT Riota Jaya Lestari (RJL) di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Senin (4/5/2026). Aksi ini menuntut agar perusahaan tambang lebih mengutamakan pemberdayaan tenaga kerja dan penambang lokal, bukan hanya kontraktor dari luar daerah.
Aksi dimulai di kantor PT PDP. Massa yang sempat tertahan di gerbang akhirnya berhasil masuk setelah merusak palang pembatas. Situasi sempat memanas sebelum pihak perusahaan menerima perwakilan massa untuk berdialog. Kepala Teknik Tambang PT PDP, Jani Steven P, menyatakan pihaknya menerima aspirasi masyarakat dengan catatan akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kolaka Utara. Ia menambahkan, perusahaan siap mengakomodasi aktivitas penambangan oleh Perkumpulan Pendamping Lokal (PPL) setelah ada keputusan resmi dari RDP.

Selanjutnya, massa bergerak ke kantor PT Riota. Demonstran langsung diterima pihak manajemen dan kembali melakukan dialog. Humas PT Riota, Ahmad Jais, menegaskan bahwa tuntutan peserta aksi akan dibahas dalam rapat internal perusahaan, serta menyatakan kesiapan menghadiri RDP jika diundang. Ia juga mengapresiasi massa karena aksi berlangsung tertib.

Jenderal Lapangan aksi, Ari Saputra, menegaskan bahwa tuntutan utama adalah kesetaraan kesempatan bagi masyarakat lokal. “Kami ingin para pemilik IUP memberikan ruang yang sama bagi penambang lokal seperti yang selama ini diberikan kepada kontraktor dari luar daerah,” ujarnya. Selain itu, massa juga menuntut transparansi dalam program pemberdayaan masyarakat (PPM) serta dukungan pemerintah desa agar warga setempat bisa bekerja di perusahaan.
Ari, yang juga mantan Ketua Cabang PMII Kolaka Utara, menjelaskan bahwa hasil kesepakatan akan dituangkan dalam surat pernyataan resmi dan dijadikan rekomendasi kepada DPRD untuk segera menggelar RDP dengan seluruh pemilik IUP di Kolaka Utara. Massa bahkan mengancam akan menduduki kantor DPRD serta mendatangi perusahaan yang tidak menghadiri RDP nantinya.
Wakapolres Kolaka Utara, Kompol Ilham, mengapresiasi massa aksi karena demonstrasi tetap berlangsung tertib. Meski sempat terjadi ketegangan di awal, penyampaian aspirasi dinilai kondusif hingga massa membubarkan diri.
(Musriadi)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















