Puncak, Cisarua – Langkah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memulihkan kawasan Puncak, Cisarua dan Megamendung melalui penanaman pohon di lahan kritis serta sepanjang aliran Sungai Ciliwung dan Cisadane mendapat respon positif dari kalangan pelaku usaha pariwisata. Pemerintah Kecamatan Megamendung yang konsisten menindaklanjuti instruksi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dinilai tidak bekerja sendirian. Para pengusaha menyatakan siap mendukung program penyelamatan lingkungan tersebut.
Dukungan para pelaku usaha ini merujuk pada kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang mulai berpihak kepada para pekerja sektor pariwisata. Setelah sebelumnya menyegel sejumlah destinasi wisata pada Selasa lalu, KLH akhirnya mencabut sanksi administratif bagi beberapa pelaku Kerja Sama Operasional (KSO), sehingga operasional usaha kembali berjalan.
“Segel milik KLH sudah dicabut. Ini merupakan komitmen KLH sejak 28 Oktober lalu. Para pengusaha akan melaksanakan berbagai kegiatan penyelamatan lingkungan, termasuk penanaman pohon. Keputusan ini jelas menyelamatkan para pekerja pariwisata dari ancaman PHK massal. Sekarang mereka bisa kembali bekerja dengan tenang,” ujar Jatnika, salah satu pengurus objek wisata yang telah diizinkan beroperasi kembali.
Selain melaksanakan instruksi pemerintah, para pengusaha juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kecamatan Megamendung dalam menjaga situasi kondusif ketika terjadi polemik antara KLH, pengusaha, dan para pekerja.
“Langkah Pemerintah Kecamatan Megamendung selama terjadi gonjang-ganjing antara KLH dan pengusaha sangat kami hargai. Camat Megamendung, Ridwan S.Os, bekerja profesional dan mampu menjaga situasi tetap kondusif tanpa melanggar aturan hukum, hingga akhirnya keluar keputusan yang berpihak kepada masyarakat,” tutur Jatnika.
(Kang Nuy)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















