Bogor — Dalam momentum istimewa EcoFest 2025 yang berlangsung selama dua hari penuh di kawasan Ecopark Desa Tugu Selatan, Kabupaten Bogor, Danrem 061 SK, Brigjen TNI Thomas Rajunio, S.I., B.S., M.Tr. (Han.), Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Henggar Tri Wahono, S.H., M.H., Kepala Desa Tugu Selatan Eko Windiana, bersama para pegiat lingkungan yang dipimpin langsung oleh Letjen TNI Muhammad Hasan (DANKODILATAD) melaksanakan kegiatan ngalokat cai di hulu Sungai Cikamasan serta penanaman pohon di area Ecopark.
Pada kesempatan tersebut, Aan, selaku pemilik Ecopark, mendapatkan kehormatan istimewa dari sahabat dekat almarhum Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, yakni Egy Massadiah, berupa sebuah buku berjudul “Sang Jenderal Pohon”. Buku karya Egy Massadiah itu ditulis atas permintaan langsung Doni Monardo semasa hidupnya.
“Buku ini sudah ditandatangani beliau, tapi belum sempat diedarkan secara luas. Ini hadiah istimewa yang menjadi pengingat akan perjuangan beliau menjaga alam,” ujar Aan, Minggu (26/10/25).

Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Doni Monardo—yang dikenal luas sebagai tokoh pelestari lingkungan dan pejuang konservasi alam Indonesia—Aan bersama para pegiat lingkungan sepakat untuk mendedikasikan salah satu bangunan di kawasan tersebut sebagai “Galeri Doni Monardo – Sang Jenderal Pohon Indonesia.”
“Saya sangat bersyukur, hari ini kami bersama-sama sepakat menjadikan tempat ini sebagai Galeri Doni Monardo, Sang Jenderal Pohon Indonesia,” tutur Aan.
Dari hasil diskusi para aktivis, muncul gagasan agar semangat dan nilai perjuangan Doni Monardo tidak hanya diabadikan dalam bentuk galeri fisik, tetapi juga dikembangkan dalam bentuk galeri digital, agar pesan-pesan pelestarian alam dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Awalnya hanya ingin menanam pohon dan penandatanganan prasasti. Tapi kami ingin kegiatan ini punya makna lebih, akhirnya muncul ide untuk mendedikasikannya bagi Pak Doni Monardo. Dan alhamdulillah, semua pihak langsung menyambut baik,” katanya.
Dukungan terhadap terhadap acara Ecofest 2025 ini datang dari berbagai kalangan, mulai dari BNPB, mantan anggota Satgas COVID-19, hingga organisasi pecinta alam dan relawan lingkungan. Tak ketinggalan, Letjen TNI Muhammad Hasan turut hadir dan menyatakan kesediaannya menjadi pembina kegiatan tersebut.

“Begitu beliau mendengar nama Doni Monardo, tanpa ragu langsung mengatakan siap menjadi pembina kegiatan ini,” ungkap Aan.
Sebagai simbol peresmian, acara juga ditandai dengan penandatanganan prasasti “Jenderal Pohon Doni Monardo” oleh Letjen TNI Muhammad Hasan, disaksikan oleh jajaran pejabat TNI, perwakilan pemerintah daerah, serta para aktivis lingkungan.

Prasasti tersebut akan menjadi penanda resmi berdirinya Galeri Doni Monardo di kawasan Ecopark Tugu Selatan sebagai monumen penghormatan terhadap dedikasi Doni Monardo dalam menjaga kelestarian alam Indonesia.
“Penandatanganan prasasti ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol bahwa semangat Doni Monardo akan terus hidup dan menumbuhkan kecintaan terhadap alam di setiap generasi,” ujar Letjen Hasan.
Dengan berdirinya Galeri Doni Monardo, para pegiat berharap tempat ini dapat menjadi ruang inspiratif untuk edukasi, kolaborasi, dan pengembangan kegiatan lingkungan berkelanjutan.
“Semoga generasi muda terus meneruskan perjuangan beliau. Indonesia punya superhero lingkungan—namanya Doni Monardo,” pungkas Letjen Hasan.
Reporter: Kang Nuy
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















