Bogor – Sarana prasarana di SDN Citeko 03, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, masih memprihatinkan. Pengajuan perbaikan yang sudah berkali-kali diajukan pihak sekolah belum juga direspons Dinas Pendidikan. Akibatnya, proses belajar mengajar terganggu karena fasilitas rusak berat dan ruang kelas tidak mencukupi.
Kepala Sekolah Dewi Rexar Giri Kusumah, M.Pd. menegaskan kebutuhan kursi, meja, toilet, pelapon, kusen, hingga pagar sekolah sudah sangat mendesak.
“Harapan kami, Disdik bisa cepat merespons karena ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan anak-anak,” tegas Dewi.
Pagar sekolah yang sudah lama diajukan perbaikannya hingga kini belum mendapat tanggapan. Mengingat lokasi sekolah berada persis di pinggir jalan alternatif Puncak, pihak sekolah khawatir keselamatan siswa terancam jika tidak segera diperbaiki.
Sekolah dengan 516 siswa ini terpaksa menjalankan pembelajaran dalam tiga shift: pagi, siang, dan sore. Salah satu ruangan kecil bahkan dijadikan kelas darurat sehingga siswa berdesak-desakan saat belajar.
“Kami perlu penambahan ruangan kelas, karena tenaga kerja dan tenaga kependidikan ada 17 orang. Tidak mungkin ruangan kecil menampung semua,” jelas Dewi.
Selain itu, buku-buku sekolah sudah setahun menumpuk di gudang tanpa diangkut pihak dinas. Pengajuan pembangunan mabel air sejak 2024 pun belum terealisasi.
“Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti, karena anak-anak butuh ruang belajar yang nyaman,” tambahnya.
Masyarakat, orang tua murid, dan pihak sekolah mendesak agar usulan sarpras masuk prioritas anggaran. Untuk penerimaan murid baru tahun ini, sekolah terpaksa membatasi jumlah siswa karena ruang kelas tidak memadai.
“SDN Citeko 03 adalah sekolah favorit karena letaknya strategis di pinggir jalan alternatif Puncak. Tapi kami terpaksa membatasi penerimaan agar tidak semakin padat,” tutup Dewi.
(Kang Nuy)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















