ROKAN HILIR, RIAU – Upaya pelestarian sastra lisan Melayu terus digalakkan oleh Muhammad Sarbaini atau yang dikenal luas dengan nama Rahmat Pantun. Melalui program Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FPK), ia akan menggelar “Workshop Pelestarian dan Pengembangan Pantun Tradisional” pada 30–31 Mei 2026 mendatang.
Kegiatan bertema “Melestarikan Akar, Mengembangkan Karya” tersebut akan dilaksanakan di Aula Kantor Camat Tanah Putih Tanjung Melawan dan melibatkan berbagai kalangan masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Tanah Putih dan sekitarnya yang memiliki minat terhadap sastra dan budaya Melayu.
Workshop ini terselenggara melalui kolaborasi bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Kepulauan Riau di bawah naungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dan pegiat budaya dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya tak benda Indonesia.
Rahmat Pantun mengatakan bahwa pantun bukan hanya sekadar seni berbalas kata, melainkan bagian dari identitas budaya Melayu yang memiliki nilai pendidikan, moral, serta kearifan lokal yang harus terus diwariskan lintas generasi.
“Pantun merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur. Karena itu, pelestariannya harus dilakukan secara berkelanjutan agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut, peserta akan dibekali pemahaman mengenai sejarah pantun, nilai budaya Melayu, teknik penyusunan pantun, hingga pengembangan kreativitas sastra lisan di era digital.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi pemantun baru yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan akar budaya Melayu.
Selain menjadi ruang edukasi budaya, workshop ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat eksistensi pantun sebagai salah satu identitas budaya bangsa yang telah diakui dunia.
Sebagai pegiat budaya, Rahmat Pantun selama ini aktif mempromosikan sastra pantun melalui berbagai kegiatan edukatif dan pertunjukan budaya di wilayah Riau dan sekitarnya. Komitmennya dalam menjaga tradisi Melayu diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya daerah.
(ROZI)
Eksplorasi konten lain dari Palapatvnews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















